PEMBELIAN OBLIGASI: Aliran Dana Asing Akan Berlanjut Tahun Depan

JAKARTA--Aliran dana asing pada pasar obligasi Tanah Air diperkirakan masih akan berlanjut pada tahun depan, seiring masih menariknya Indonesia dibandingkan dengan emerging countries lainnya. 
Yoseph Pencawan - nonaktif | 06 Desember 2012 18:35 WIB

JAKARTA--Aliran dana asing pada pasar obligasi Tanah Air diperkirakan masih akan berlanjut pada tahun depan, seiring masih menariknya Indonesia dibandingkan dengan emerging countries lainnya. 

Head of Global Market HSBC Indonesia Ali Setiawan mengatakan secara fundamental Indonesia masih sangat kuat dan menarik dibandingkan dengan negara ekonomi baru lainnya. 

"Di pasar saham, perusahaan Indonesia masih akan bertumbuh, jika melihat perusahaan di luar negeri mana ada perusahaan yang labanya bertumbuh 20%-30% hanya di Indonesia. Bank di Indonesia juga tumbuh 25%-30%, di luar negeri nggak ada," katanya, Kamis (6/11). 

Di pasar obligasi,  menurutnya, pasar surat utang negara (SUN), meski besarannya telah mengalami penurunan cukup dalam pada tahun ini, masih memberikan tingkat imbal hasil (yield) yang lebih tinggi dibandingkan dengan yield negara lain. 

"SUN tenor 5 tahun masih 4,8% dan tenor 10 tahun masih sekitar 5%, itu masih tinggi dibandingkan dengan negara lain yang masih 1%-2%. Di Amerika Serikat malah cuma nol koma persen," jelasnya. 

Menurutnya, saat ini tidak ada pasar obligasi di negara lain yang fundamental ekonominya sebagus Indonesia. "Meski terjadi gejolak eksternal, asing tetap akan hold di Indonesia. Jika toh mereka keluar itu hanya sementara untuk menjaga stabilitas likuiditasnya di luar,"tuturnya. 

Dia menambahkan selama nilai tukar rupiah dijaga pada level stabil, pemodal asing tidak akan terlalu terpengaruh dengan gejolak global. 

Berdasarkan catatan Bisnis, investor asing terus menambah porsi kepemilikannya baik di pasar obligasi negara maupun pasar obligasi korporasi. (if)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top