SAHID KUTA LIFESTYLE RESORT Tawarkan 'One Stop Shopping & Enterteinment'

DENPASAR--Pengelola properti, PT Indonesian Paradise Island resmi mengoperasikan Sahid Kuta Lifestyle Resort di kawasan wisata Kuta, Bali senilai Rp606 miliar.
Matroji | 06 Desember 2012 17:03 WIB

DENPASAR--Pengelola properti, PT Indonesian Paradise Island resmi mengoperasikan Sahid Kuta Lifestyle Resort di kawasan wisata Kuta, Bali senilai Rp606 miliar.

Agus Sulistyo, Direktur PT Indonesian Paradise Island (IPI) mengatakan Sahid Kuta Lifestyle Resort telah selesai dibangun oleh tiga korporasi, PT Indonesia Paradise Property, Grup Sahid, dan Bimantara Citra.

“Masing-masing memiliki share kepemilikan 55%, sebanyak 30% untuk Sahid dan 15% untuk Bimantara,” katanya kepada Bisnis, Kamis (6/12/2012).

Untuk menopang pendanaan, jelasnya, IPI masih mengandalkan 70% total nilai proyek dari pinjaman bank. Dana kas internal sekitar Rp200 miliar atau 30% dari total nilai proyek. Anggaran Rp606 miliar itu, hanya terdiri dari bangunan fisik bukan termasuk harga tanah.

Sebelum membangun Beachwalk, perseroan telah menguasai 5,2 hektare tanah di tepi pantai Kuta. “Nah, pada 30 Juli 2010, baru kita mengembangkan kawasan ini menjadi mal berkonsep one stop entertainment,” paparnya.

Sahid Kuta Lifestyle Resort, jelasnya, terdiri dari satu bangunan mal Beachwalk yang terintegrasi dengan 2 hotel bintang 4 dan 5. Untuk bintang 5, perseroan mempengelolaan pada manajemen Sheraton, sedangkan bintang 4 menggunakan Harris.

“Penyelesaian proyek ini merupakan tantangan tersendiri bagi kami karena dengan berhasilnya proyek ini, kami ikut membangun salah satu icon terbaru di Kuta, Bali. Ini juga dapat menambah kinerja kami.”

Pengerjaan proyek Sahid Kuta Lifestyle Resort yang diadakan oleh IPI dengan menunjuk PT Waskita Karya sebagai kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan struktur bangunan.

Komplek mal dan hotel Sahid Kuta Lifestyle Resort memiliki keunikan design yang modern. Lebih lanjut, resort itu berusaha untuk menyajikan fasilitas yang akan melengkapi kebutuhan turisme di Bali, khususnya daerah Kuta dan sekitarnya.

Mal Beachwalk yang berjarak tidak lebih dari 50 meter dari pantai Kuta itu, paparnya, mengusung konsep pengintegrasian konsep modern dan tradisional. “Kita tidak bisa meninggalkan aksen Bali saat menjalankan bisnis di Bali.”

Namun, paparnya, IPI masih belum mampu menyakinkan pengusaha Bali untuk turut menjadi salah satu tenant di Beachwalk. “Terutama untuk pelengkap tenant bidang food and beverages melengkapi Eat and Eat yang berkonsep tradisional. Kita masih belum ada menu makanan khas Bali.”

Renata Hutasoit, Direktur Marketing Beachwalk Bali, mengatakan sebanyak 95% dari 200 slot ruangan di mal yang tersedia sudah terisi dan siap dibuka. “Untuk mendapat aksen Bali, kami akan terus membujuk pengusaha Bali, khususnya pengusaha restoran untuk bergabung mengisi mal ini.”

Pada dibukanya Sahid Kuta Lifestyle Resort, perseroan akan menyasar seluruh wisatawan mancanegara ataupun domestik. Saat ini perkembangan wisatawan domestik mampu menyaingi pertumbuhan wisatawan mancanegara seiring tumbuhnya perekonomian di Indonesia.

Sementara itu, menanggapi hadirnya Sahid Kuta Lifestyle Resort, Bupati Badung AA Gede Agung mengatakan, pariwisata di Bali mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan.

“Masyarakat Bali menyambut baik pembangunan Sahid Kuta Lifestyle Resort. Kami sadar dengan pertumbuhan pariwisata Bali, diperlukan juga fasilitas yang dapat mengakomodir kebutuhan para turis. Apalagi di Kuta, sebagai tujuan utama pariwisata di Bali,” tutur Gede Agung. (ems)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Muhammad Khamdi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top