BADAI SANDY: Dunia usaha AS masih terpukul

NEW YORK: Sektor swasta di Amerika Serikat pada November tahun ini terpukul, karena masih terkena dampak badai Sandy di kawasan Pantai Timur, meski pertumbuhan sektor jasa masih terus ada.Laporan Ketenagakerjaan Nasional setempat menunjukkan sektor swasta
Jessica Nova
Jessica Nova - Bisnis.com 06 Desember 2012  |  09:49 WIB

NEW YORK: Sektor swasta di Amerika Serikat pada November tahun ini terpukul, karena masih terkena dampak badai Sandy di kawasan Pantai Timur, meski pertumbuhan sektor jasa masih terus ada.Laporan Ketenagakerjaan Nasional setempat menunjukkan sektor swasta menambahkan sekitar 118.000 pekerjaan selama sebulan, di bawah ekspektasi kenaikan lowongan pekerjaan hingga 125.000.Menurut jajak pendapat Reuters, para ekonom memperkirakan kondisi ekonomi di Amerika Serikat mampu menambahkan sedikitnya 93.000 lowongan pekerjaan pada November 2012, atau turun dari 171.000 lowongan pekerjaan pada bulan sebelumnya."Ini dekat dengan ditunggu oleh pasar, karena jika laporan lowongan pekerjaan seperti itu Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat maka akan menjadi hasil yang baik," ujar Terry Sheehan, Analis Ekonomi Stone and McCarthy Research Associates di Princeton, New Jersey.Kondisi ekonomi di negara ini menunjukkan pesanan untuk sejumlah pabrik lebih baik daripada perkiraan dan produktivitasnya, seperti halnya sektor manufaktur yang dikontrak setelah mengalami pertumbuhan dalam dua bulan terakhir.Sementara itu, dalam sebuah laporan juga menyebutkan sektor jasa di negara ini dalam kondisi perlambatan yang sama pada sebulan terakhir, tapi indikator menunjukkan pertumbuhan lebih cepat karena permintaan pasar dan adanya kegiatan usaha.Menurut Joseph Trevisani, Kepala Strategi Pasar di Worldwide Markets Woodcliff Lake, New Jersey, sejauh ini cara yang dipergunakan untuk menghindari kontraksi di bidang manufaktur, tapi kondisi lebih buruk mungkin pada kuartal pertama tahun depan karena ekonomi terus melambat. (Reuters/ra)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top