BANK EROPA: Hadapi Shortfall Modal US$621 Miliar

LONDON—Boston Consulting Group (BCG) mengestimasikan bank-bank global, terutama di Eropa, menghadapi shortfall modal sebesar 474 miliar euros atau US$621 miliar karena berupaya memenuhi syarat minimum rasio modal yang ditetapkan regulator.
News Editor | 05 Desember 2012 19:53 WIB

LONDON—Boston Consulting Group (BCG) mengestimasikan bank-bank global, terutama di Eropa, menghadapi shortfall modal sebesar 474 miliar euros atau US$621 miliar karena berupaya memenuhi syarat minimum rasio modal yang ditetapkan regulator.

Dalam laporannya Rabu (5/12), BCG itu mengatakan bank-bank Eropa, yang dilanda krisis utang zona euro, lebih rentan terhadap kontraksi ekonomi karena mereka punya lebih banyak utang di neraca keuangannya dibandingkan bank-bank Amerika Serikat (AS).

Menurut perusahaan konsultasi itu, momentum untuk konsolidasi antar perbankan akan meningkat karena banyak bank-bank yang lebih kuat mengakuisisi bank-bank pesaing yang lebih lemah.

Standar baru yang ditetapkan Komite Basel untuk Pengawasan Perbankan meningkatkan hingga lebih dari tiga kali lipat rasio permodalan inti yang harus ditahan bank-bank untuk menyerap kerugian.

Ketetapan yang disebut Basel III itu dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Januari 2013 hingga 2019. Basel III disusun menyusul keruntuhan Lehman Brothers Holdings Inc. pada 2008 yang berujung kepada krisis finansial di AS.

Pemerintah dan parlemen di negara-negara Uni Eropa telah berusaha mencapai kesepakatan tentang bagaimana mereka mengaplikasi aturan tersebut. “Investor ingin bank-bank memenuhi aturan itu sebelum tenggat waktu yang ditentukan,” kata BCG.

Menurut BCG, bank-bank Eropa akan membukukan shortfall sebesar 256 miliar euro pada akhir tahun untuk memenuhi rasio modal inti Tier 1 minimum dalam Basel III, dua kali lipat lebih tinggi dari shortfall yang akan dibukukan bank-bank AS, yakni 112 miliar euro.

“Kenaikan permodalan akan mengganggu posisi semua bank di pasar. Industri perbankan global di dunia barat masih rentan,” sambung BCG.

Pada September 2012, Deutsche Bank AG mengatakan akan menaikkan modal inti Tier 1 paling sedikit 8% dari aset yang ditetapkan oleh Basel III pada akhir Maret 2012 dan rasio ini akan naik hingga lebih dari 10% pada 2 tahun berikutnya.

Sementara itu, Credit Suisse Group AG, bank terbesar kedua di Swiss, mengatakan pada Juli 2012 akan menggenjot permodalannya sebanyak 15,3 miliar francs atau US$16,5 miliar. Adapun Otoritas Perbankan Eropa (3/10) mengungkapkan bank-bank yang diawasinya telah menaikkan cadangan modalnya lebih dari 200 miliar euro sejak 2011.

“Memburuknya harga saham bank, 50 sampai 80 persen lebih rendah dari sebelum krisis, dengan bank-bank Eropa yang paling menderita, mencerminkan berkepanjangannya situasi yang sulit ini,” kata BCG. (Bloomberg/if)    

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswires/Ahmad Puja Rahman Altiar

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup