GLEN FREDDLY: Kuciptakan `Cahaya` untuk Kenangmu, Munir

News Editor
News Editor - Bisnis.com 04 Desember 2012  |  22:42 WIB
BATU-Penyanyi Glen Freddly menciptakan lagu khusus untuk Munir, pejuang hak azasi manusia (HAM) asal Kota Batu, berjudul Cahaya. Lagu tersebut khusus didedikasikan Glen Freddly buat Munir.
 
Menurut Glen Freddly proses penciptaan terhadap lagu tersebut berjalan relatif singkat. Lagu tersebut ditulis dalam waktu tidak lebih sehari dan prosesnya mengalir begitu saja. “Lagu ini saya ciptakan untuk kado Munir yang ke 47 tahun,” kata Glen di temu seniman dan budayawan di Alun-Alun Kota Batu bertajuk `Menafsir Munir, Melawan Lupa`, Senin (3/12) malam.
 
Lagu tersebut secara khusus dinyanyikan Glen untuk sahabat Munir di Batu yang hadir pada acara tersebut. Di mata Glen, Munir tidak hanya dikenal sebagai pribadi pejuang HAM. Bahkan Munir mengilhami banyak orang lewat perjuangan yang dilakukannya.
 
Karena itu Glen mengajak sahabat Munir untuk mengenang dan meneruskan perjuangannya dalam menegakkan keadilan. Munir juga dikenal Glen sebagai pribadi yang tidak banyak omong namun menjadikan kata sebagai perbuatan. “Munir adalah cahaya yang tidak pernah redup. Karena itu lagu ini saya beri judul Cahaya.”
 
Apa yang Munir perbuat, ujarnya, akan terus tinggal dan tumbuh di ribuan bahkan jutaan orang dan tidak akan berhenti hanya sampai di sini saja. Kalaupun kasus Munir tidak pernah terungkap pihaknya yakin jika hal itu akan terus menghantui orang-orang yang mencari kebenaran.
 
Selain Glen, penyanyi lain yang juga ikut tampil adalah Melani Subono. Untuk mengenang Munir, putri promotor musik Adrie Subono itu menyanyikan tiga buah lagu karya Slank, Gomloh, dan Efek Rumah Kaca yang berjudul `Di Udara`. Lagu Di Udara tersebut khusus diciptakan untuk mengenang Munir.
 
Kota Batu, lanjut Melani, punya pahlawan bernama Munir yang lahir di Batu.   Munir di mata Melani perjuangannya akan tetap abadi. Perjuangan Munir juga harus tetap dilanjutkan. “Karena akan memalukan kalau hanya mengenal nama, tetapi   tidak melakukan apapun yang telah Munir perjuangkan,” jelasnya.
 
Seniman lainnya, Sujiwo Tedjo, juga tampil dan menyanyikan lagu yang berjudul `Pada Suatu Ketika` serta lagu terbaru berjudul `Jancuk`. Lagu `Pada Suatu Ketika` kata dia menggambarkan tentang kesabaran. Di mana selama hampir 6  tahun khususnya pada setiap   Kamis sahabat Munir melakukan unjuk rasa di depan istana.
 
“Nanti akan ada momentum Titi Kolo Mongso bahwa akan ada mangsa bagi orang yang sabar,” tambahnya.
 
Perupa Nasirun dan Joko Pekik pada kesempatan itu juga menghadiahkan lukisan untuk istri Munir, Suciwati. Lukisan yang dibuat bergambar wajah Munir dengan latar banteng Jawa.(k25/msb)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Mohammad Sofi'i

Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top