PENGANGGURAN: Sarjana tak diarahkan bekerja mandiri

JAKARTA: Saat ini, banyak orang pintar lulusan perguruan tinggi di Indonesia yang menganggur, karena mereka tidak diarahkan pada kemampuan bekerja secara riil dan lebih mandiri.Bahkan, lulusan unversitas yang sudah bekerja sampai dengan saat ini hanya
Jessica Nova
Jessica Nova - Bisnis.com 03 Desember 2012  |  10:26 WIB

JAKARTA: Saat ini, banyak orang pintar lulusan perguruan tinggi di Indonesia yang menganggur, karena mereka tidak diarahkan pada kemampuan bekerja secara riil dan lebih mandiri.Bahkan, lulusan unversitas yang sudah bekerja sampai dengan saat ini hanya mencapai 6,98 juta orang (6,30%) dan lulusan pendidikan Diploma hanya 2,97 juta orang (2,68%) dari 110,8 juta orang penduduk yang bekerja.Muhaimin Iskandar, Menakertrans menyatakan apabila fenomena itu terus berlangsung maka dipastikan Indonesia penuh dengan pengangguran intelektual yang menyerap tenaga kerja rendah."Lapangan kerja yang tersedia bagi pengangguran intelektual terbatas, bahkan tidak mampu menampung lulusan perguruan tinggi yang minim keahlian dan keterampilan kerja," katanya, Senin (3/12/2012).Dia menjelaskan terdapat empat hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi pengangguran intelektual.Keempat hal itu adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan membangun kompetensi kerja melalui balai latihan kerja dan pembangunan sistem pendidikan.Selain itu, memfasilitasi tumbuh dan berfungsinya mekanisme bursa kerja dan memprakarsai program pengembangan kewirausahaan."Jika keempat usaha itu dapat berjalan dengan baik maka tidak ada pengangguran intelektual di negeri ini," ujarnya, Senin (3/12/2012).Bahkan, lanjut Muhaimin, tidak hanya empat hal itu yang dapat mengatasi pengangguran, lainnya adalah menciptakan dan memperluas lapangan pekerjaan baru melalui program transmigrasi.Namun, dia menilai tidak mudah menggunakan program transmigrasi untuk memperluas kesempatan kerja, meski sudah melalui pengembangan lahan pertanian dan industri pengolahan di kawasan transmigrasi."Pemerintah memang sudah merancang strategi untuk menciptakan lapangan pekerjaan, baik formal dan informal seperti dengan transmigrasi, tapi sekarang ini tidak mudah mengajak orang untuk menjadi transmigran," tuturnya. (ra)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top