PERUBAHAN KURIKULUM: Pemerintah Nantikan Masukan Masyarakat

JAKARTA-Masyarakat luas diimbau berpartisipasi memberikan masukan atas rencana perubahan kurikulum pendidikan. Masukan publik dibutuhkan karena pemerintah menyadari perubahan kurikulum tidak bisa diputuskan sendiri oleh pemerintah.
nurul | 02 Desember 2012 21:45 WIB

JAKARTA-Masyarakat luas diimbau berpartisipasi memberikan masukan atas rencana perubahan kurikulum pendidikan. Masukan publik dibutuhkan karena pemerintah menyadari perubahan kurikulum tidak bisa diputuskan sendiri oleh pemerintah.

 

“Kenapa kita melakukan pengembangan kurikulum, karena pertama zamannya berubah, karena itu kebutuhan yang terkait dengan kompetensi lulusan juga berubah, proses pembelajarannya juga berubah. Cara evaluasi juga berubah, karena sudah harus berubah mau nggak mau harus lakukan perubahan,” kata Mendikbud Mohammad Nuh saat sosialisasi Kurikulum 2012 hari ini (2/12).

 

Selama dua hari sejak Sabtu, Mendikbud melakukan sosialisasi perubahan kurikulum pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta, DIY Sabtu dan hari Minggu (2/12 di Palembang.

 

Menurut Nuh, upaya pemerintah untuk menyempurnakan kurikulum terus dilakukan. Rencana perubahan yang telah digagas sejak 2010 saat ini memasuki tahap uji publik. Sejumlah perubahan mendasar dilakukan mulai materi ajar berbasis tematik integratif sampai dengan penambahan jam pelajaran.

 

“Tidak apa-apa berubah selama memiliki rasionalitas yang kuat,” katanya.

 

Menjawab pertanyaan wartawan tentang implikasi perubahan kurikulum terhadap penyelenggaraan Ujian Nasional (UN), dia menegaskan penilaian ditekankan pada dua hal sekaligus yakni proses dan output.

 

“Dua-duanya penting dan proses yang sekarang masih lemah diperkuat lagi dalam evaluasi,” tuturnya. (yus)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : David Eka Issetiabudi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup