Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS GAZA: Kerugian Akibat Serangan Israel Rp12 Triliun

GAZA: Serangan bom Israel ke Jalur Gaza mengakibatkan kerugian US$1,24 miliar atau sekitar Rp12 triliun.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 November 2012  |  23:16 WIB

GAZA: Serangan bom Israel ke Jalur Gaza mengakibatkan kerugian US$1,24 miliar atau sekitar Rp12 triliun.

Juru bicara Hamas, Taher Nunu mengatakan kerusakan langsung akibat pemboman Israel menelan biaya US$545 juta (Rp4,2 triliun) dan kerugian tidak langsung sekitar US$700 juta (Rp70 miliar).“Gempuran selama delapan hari itu betul-betul menghancurkan 200 rumah dan merusak sebagian 8.000 rumah,” katanya, Minggu (25/11/2012)..Selain itu, 42 bangunan perumahan lain, termasuk markas pemerintah Hamas, juga hancur-lebur.Tiga masjid dan satu pusat kesehatan rata tanah serta ratusan bangunan resmi luluh lantak.Selama gempuran itu, tentara Israel menyatakan menghantam lebih dari 1.500 sasaran, termasuk 19 pusat komando, 26 pabrik senjata dan sarana penyimpanan serta "ratusan peluncur roket bawah tanah", di samping "puluhan" peluncur roket jarak jauh.Angka kementerian kesehatan Hamas menunjukkan bahwa pada 14-21 November, 166 warga Gaza tewas, kebanyakan warga, dan 1.235 orang lagi luka.Dari yang tewas, sedikit-dikitnya 43 anak-anak dan 13 wanita, kata layanan darurat dan kelompok hak asasi.Di Israel, roket tembakan dari Gaza menewaskan enam orang Israel -empat warga dan dua tentara- serta 240 orang lagi luka, kata tentara.Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan pada pekan lalu menuduh Israel melakukan pembersihan bangsa di Gaza, dengan menyatakan serangan udara negara Yahudi itu tidak dapat dianggap membela diri.Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon pada pekan sama menyatakan gerakan darat Israel di Gaza akan mengakibatkan pergolakan berbahaya, yang harus dihindari.Gempuran darat atas Jalur Gaza akan menghilangkan kepercayaan dan dukungan negara lain terhadap Israel, kata Menteri Luar Negeri Inggris William Hague memperingatkan pada beberapa hari sebelumnya. (Antara/ems)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Muhammad Khamdi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top