71 Pengajar muda baru siap bertugas

JAKARTA-- Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar yang diprakarsai Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan memberangkatkan 71 orang pengajar muda yang akan mengemban tugas sebagai tenaga pengajar selama 1 tahun ke sejumlah daerah di wilayah Indonesia.
News Editor | 15 Juni 2012 12:55 WIB

JAKARTA-- Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar yang diprakarsai Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan memberangkatkan 71 orang pengajar muda yang akan mengemban tugas sebagai tenaga pengajar selama 1 tahun ke sejumlah daerah di wilayah Indonesia.

 

Keberangkatan 71 orang putra-putri terpilih yang diseleksi dari 8.501 aplikasi yang masuk ini akan dilaksanakan mulai 15—16 Juni 2012.

 

Menurut Anies Baswedan kehadiran mereka dan tingginya jumlah aplikasi yang menaruh minat turut dalam program ini menunjukan Indonesia tak kekurangan orang yang memiliki sikap optimistis dan semangat untuk turut berkontribusi pada pendidikan dan kemajuan bangsa.

 

“Hadirnya ketulusan dan semangat pengabdian pengajar muda yang berangkat ke ujung negeri ini telah merangsang dan mendorong inisiatif berbagai pihak di daerah untuk ikut turun tangan memenuhi janji kemerdekaan. Republik ini tidak kekurangan orang yang memiliki optimisme,” ujarnya, pekan ini.

 

Sejak pertama kali digelar pada 2010, program Indonesia Mengajar ini telah merekrut 241 pengajar muda yang menjangkau 20.359 siswa yang tersebar di 136 desa dari 16 kabupaten mulai ujung barat hingga timur Indonesia.

 

Sebanyak 71 pengajar muda ini akan menggantikan para pendahulunya yang akan menyelesaikan tugas pada akhir Juni ini.

 

Mereka telah mengikuti pelatihan intensif selama 7 pekan dan akan mengabdi bagi pelajar sekolah dasar (SD) di 10 kabupaten dari 9 provinsi, antara lain Kabupaten Musi Banyuasin dan Muara Enim (Sumatera Selatan), Lebak (Banten), dan Pulau Bawean Gresik (Jawa Timur).

 

Adapun kabupaten lain mencakup Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kepulauan Sangihe (Sulawesi Utara), Bima (Nusa Tenggara Barat), Rote Ndao (Nusa Tenggara Timur), Maluku Tenggara Barat (Maluku), dan Fakfak (Papua Barat). (arh)

 

 

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : S. Arief Setiaji

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup