Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EKONOMI GLOBAL: Perlambatan Investasi Tekan Pertumbuhan India

MUMBAI: Perekonomian India tumbuh paling lambat dalam 8 tahun terakhir pada kuartal I/2012 akibat perlambatan investasi yang mengganggu nilai tukar rupee dan agenda pembangunan yang dirancang Perdana Menteri Manmohan Singh.
Muhammad Fazrin
Muhammad Fazrin - Bisnis.com 31 Mei 2012  |  14:49 WIB

MUMBAI: Perekonomian India tumbuh paling lambat dalam 8 tahun terakhir pada kuartal I/2012 akibat perlambatan investasi yang mengganggu nilai tukar rupee dan agenda pembangunan yang dirancang Perdana Menteri Manmohan Singh.

Kantor Pusat Statistik India hari ini mengumumkan produk domestik bruto (PDB) negara itu naik 5,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, tapi lebih rendah dari pertumbuhan pada kuartal sebelumnya sebesar 6,1%.

Jika dibandingkan akhir tahun lalu, PDB naik 6,5%. Sebelumnya, 31 ekonom yang diservei Bloomberg rata-rata memprediksi pertumbuhan ekonomi India akan mencapai 6,1% pada kuartal I/2012 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Singh harus berjuang memacu ekspansi di tengah suramnya prospek ekonomi global akibat krisis utang Eropa, tingginya inflasi, dan lebarnya defisit perdagangan yang menyulitkan langkah pemotongan suku bunga untuk menggenjot belanja.

Perselisihan antara koalisi pemerintah dan kasus korupsi telah menghambat usahanya untuk membuka perekonomiannya sehingga menghalangi masuknya investasi dan menekan nilai tukar rupee ke posisi terendahnya.

“India berisiko terkena perlambatan ekonomi yang berlarut-larut jika pemerintahnya tidak segera mengadakan perubahan terutama karena ruang untuk pemotongan suku bunga acuan semakin terbatas,” jelas Shubhada Rao, Kepala Ekonom Yes Bank Ltd seperti dikutip dari Bloomberg, hari ini, 31 Mei 2012.

Menurutnya, India perlu menciptakan kondisi yang diperlukan dalam usaha mempercepat pertumbuhan ekonomi guna mengurangi kemiskinan dan melanjutkan perannya sebagai negara berkembang yang kuat.

India menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 9% tahun ini, lebih tinggi dari tahun lalu sebesar 8,4% dan estimasi dari hasil survei Bloomberg sebesar 6,7%. Ini akan berat mengingat dua per-tiga populasinya masih berpenghasilan di bawah US$2 per hari.

Masalah kebijakan telah memperlambat laju investasi disana. Morgan Stanley memprediksi laju investasi India akan turun menjadi 34,4% dari tahun fiskal yang lalu sebesar 38,1%, sedangkan produksi industri telah turun 3,5% pada bulan Maret lalu.

Perlambatan pertumbuhan juga terjadi di negara berkembang lainnya seperti China dan Brazil akibat krisis utang Eropa yang telah menurunkan permintaan ekspor dan mengurangi daya tarik aset-aset di negara berkembang.

Menurut Atsi Sheth, analis kredit dari Moody’s Investor Service di New York, AS, penurunan rupee dapat memberatkan perusahaan-perusahaan asing yang harus melakukan pembayaran dalam jumlah besar dengan mata uang asing tahun ini.

“Kelemahan india antara lain kebijakan fiskal yang tidak ketat, inflasi, subsidi, dan ketidakpastian peraturan,” ujarnya. (mmh)

BERITA LAINNYA:

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top