Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PILKADA DKI: Cawagub Didik bicara Corby dan narkoba

JAKARTA: Total siswa sekolah menengah atas (SMA) yang terlibat kasus narkona selama periode 2007-2011 mencapai 17.987 siswa.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 26 Mei 2012  |  19:48 WIB

JAKARTA: Total siswa sekolah menengah atas (SMA) yang terlibat kasus narkona selama periode 2007-2011 mencapai 17.987 siswa.

 

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) tersebut, diketahui jumlah siswa SD yang terlibat kasus narkoba berjumlah 5.127, SMP (8.311), perguruan tinggi (1.402), dan lain-lain (4.615).Di Jakarta sendiri, kasus narkoba sepanjang tahun 2011 ditemukan sejumlah 4.815 kasus dengan 5.870 tersangka. Setiap bulannya, ada sekitar 400 kasus yang harus ditindak.Menurut Didik J. Rachbini, Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, keputusan pemberian grasi pada terpidana kasus narkoba asal Australia Schapelle Corby sangatlah disayangkan."Saya ingin memperlihatkan fakta-fakta ancaman narkoba. Kasus Corby ini menjadi momentum untuk kembali mengangkat isu narkoba. Kalau ini [grasi Corby] terkait alasan humanis, sebetulnya lebih banyak yang dihancurkan oleh Corby dari pada yang diselamatkan. Kalau lobi politik, artinya pemerintah kita lemah. Corby seharusnya dihukum mati, bukan dikasih grasi," tekannya, Sabtu 26 Mei 2012.Tidak dipungkiri olehnya, sumber dari keterlibatan masyarakat pada narkoba sangat dipengaruhi oleh permasalahan ekonomi. Sebab itu, tambah Didik, sektor perekonomian harus diperkuat.

 

Menurutnya, 150 pasar tradisional di kawasan Ibu Kota perlu ditingkatkan agar bisa menampung kegiatan perdagangan lebih besar. Selain itu, Bank DKI diminta untuk fokus kepada pengembangan ekonomi menengah ke bawah.Sebagai upaya menanggulangi narkoba, khususnya di wilayah Jakarta, Didik menyampaikan perlu disiapkan sumber daya yang lebih profesional. Posisi polisi sebagai penegak hukum dan BNN harus ditingkatkan.Yang tidak kalah penting adalah bentuk perhatian pemerintah pada jumlah anggaran yang dikucurkan untuk penanggulangan narkoba. Jumlah anggara Rp3 milyar dari pemerintah, dinilai masih kurang.Didik memberikan contoh bagaimana sulitnya menaggulangi masalah narkoba ini. Kasus yang terjadi di Perumahan Permata, Cengkareng, yang umum dikenal dengan sebutan Kampung Ambon ini melibatkan interaksi langsung antara pelaku dengan masyarakat. Masyarakat dipekerjakan sebagai bagian dari bisnis penjualan narkoba."Gembongnya harus dikejar, perlu diberi shock terapy. Pemerintah pusat dan daerah harus kuat. Kalau perlu dilakukan kerja sama dengan Densus 88," ucap Didik.Wakil Ketua Dewan Pembina Yayasan Univ. Mercu Buana Suharyadi mengungkapkan bahwa tidak ada satu pun perguruan tinggi di Indonesia yang bebas narkoba. Keterlibatan mahasiswa sebagai pemakai juga pengedar umum terjadi di kawasan pendidikan."Lebih banyak yang tidak tertangkap dari pada yang tertangkap. Ini adalah bahaya laten yang harus diperangi seluruh masyarakat," ujar mantan rektor ini.Ia gelisah dengan kondisi generasi muda yang begitu rentan dengan narkoba. Dalam ceritanya, pernah ditemukan seorang anak yang mengaku menggunakan narkoba karena coba-coba dan membuat dirinya ketagihan pada obat terlarang itu. Ironisnya, saat ditanya seandainya ia tertangkap, anak tersebut singkat menjawab, "saya apes".Suharyadi mengatakan bahwa inisiatif masyarakat untuk datang dan menyampaikan keinginan untuk sembuh harus diapresiasi. Kondisi yang ada saat ini adalah tambahnya, bagaimana masalah narkoba dianggap sebagai suatu yang memalukan sehingga selalu ditutup-tutupi."Lapor saja bagi yang mau berhenti, tidak akan mendapat hukuman. Nanti diarahkan untuk rehabilitasi. Kalau ditutup-tutupi, si anak jadi tidak bisa berterus terang," tandasnya. (ea) 

 

 

CURRENT ISSUES:

SITE MAP:

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Fatia Qanitat

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top