Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KASUS KORUPSI: Menpora bantah terima uang

 
Giras Pasopati
Giras Pasopati - Bisnis.com 24 Mei 2012  |  20:42 WIB

 

 

 

JAKARTA: Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng membantah pernah menerima uang sejumlah Rp20 miliar dari perusahaan konstruksi pelat merah PT Adhi Karya terkait dugaan korupsi pembangunan pusat olahraga Hambalang.

 

“Itu tidak benar (tudingan Nazaruddin terkait Rp20 miliar),” ujar Andi Mallarangeng seusai menjalani pemeriksaan selama hampir sepuluh jam di kantor KPK, Kuningan, Jakarta, hari ini, Kamis 24 Mei 2012.

 

Sebelumnya pada pemeriksaan kemarin (23/05) Nazaruddin menyatakan Andi Malarangeng patut dijadikan tersangka dikarenakan Andi turut menikmati uang dalam proyek tersebut. Menpora mendapat bagian dari rekanan Kemenpora dalam proyek itu yaitu PT Adhi Karya sebesar Rp20 miliar. Uang tersebut diserahkan melalui adik kandung Menpora, Choel Malarangeng.

 

Andi mengungkapkan dirinya hari ini memberikan keterangan kepada KPK terkait dengan pembangunan proyek. Selain itu juga terkait dengan pengurusan anggaran pembangunan yang  mencapai Rp1,72 triliun.

 

“Saya tadi memberikan keterangan pada KPK terutama soal pemeriksaan pembangunan proyek Hambalang juga penganggarannya,” tuturnya.Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat tersebut pun menyatakan kesiapannya untuk membantu KPK dalam pengungkapan kasus yang dimenangkan oleh PT Adhi karya dan PT Wijaya Karya. Dia juga menyerahkan penyelidikan kasus ini kepada KPK.

 

Sementara itu Juru Bicara KPK Johan Budi menyatakan Andi Mallaraangeng memang dimintai keterangannya sebaga saksi untuk proyek pusat olahraga Hambalang. KPK masih mencoba untuk menelusuri apakah proyek Hambalang terindikasi korupsi atau tidak.

 

“Pak Andi diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Menpora,” ujarnya hari ini di kantor KPK, Kuningan, Jakarta.

 

Johan mengakui lembaga anti korupsi tersebut memang kesulitan dalam menemukan alat bukti terkait Hambalang. Hal ini dikarenakan korupsi Hambalang tidak tertangkap tangan sehingga pengumpulan bukti masih terus dilakukan.(msb)

 

UPDATE ARTICLE:

 

SITE MAP:

DATA BISNIS

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Intan Pratiwi

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top