Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IBIS BALIKPAPAN: Telan Rp90 miliar, usung konsep New Generation

BALIKPAPAN: Accor Group membuka jaringan hotel terbaru di bawah brand Ibis di Balikpapan dan diklaim mengusung konsep New Generation, dengan investasi pembangunan sekitar Rp90 miliar. Kehadiran hotel Ibis diharapkan mendukung perekonomian dan perkembangan
manda
manda - Bisnis.com 20 Mei 2012  |  19:46 WIB

BALIKPAPAN: Accor Group membuka jaringan hotel terbaru di bawah brand Ibis di Balikpapan dan diklaim mengusung konsep New Generation, dengan investasi pembangunan sekitar Rp90 miliar. Kehadiran hotel Ibis diharapkan mendukung perekonomian dan perkembangan Balikpapan sebagai kota tujuan Meetings, Incentives, Conventions and Exhibitions (MICE).Hotel Ibis Balikpapan dibangun oleh PT Grand Balikpapan hasil kerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dengan sistem built, operate, and transfer (BOT) selama 30 tahun. Pembangunan hotel berbintang tiga di bawah manajemen Accor tersebut menyusul kehadiran hotel Novotel (bintang lima) yang telah beroperasi 5 tahun lalu."Kami yakin Balikpapan akan menjadi leading city di wilayah Indonesia Timur dan perkembangan ekonominya baik karena didukung industri migas, batubara, perkebunan sawit. Selain itu Balikpapan menjadi kota perlintasan,” kata Presdir PT Grand Balikpapan Ghofur Cholik, dalam grand opening, hari ini.Hadir Walikota Balikpapan Rizal Effendy, Neil Gow, General Manager Novotel dan Ibis Balikpapan serta jajaran PT Grand Balikpapan dan manajemen Accor. Untuk jangka panjang, PT Grand Balikpapan optimistis keberadaan Hotel Ibis bisa menunjang perekonomian kota.Dia menuturkan awalnya pembangunan Hotel Ibis ditargetkan rampung Desember 2011 sehingga bisa soft launching Februari lalu. Namun, beberapa kendala seperti kekurangan pasokan semen curah di Kaltim dan kondisi cuaca yang memengaruhi mobilitas (cargo) barang menyebabkan rencana peresmian Hotel Ibis menjadi mundur dari perkiraan sebelumnya."Satu bulan lamanya kami tidak mendapatkan pasokan semen. September- Desember cuaca luar biasa, ombak rata-rata 4 meter sehingga menganggu mobilitas barang yang dibawa container. Kondisi ini tidak bisa kami lawan,” paparnya.Seiring dengan kenaikan harga semen dan masalah distribusi tersebut, Ghofur mengakui investasi pembangunan Hotel Ibis membengkak sekitar 20% menjadi Rp90 miliar, dari proyeksi awal yakni Rp65 miliar-Rp70 miliar.(api)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top