Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PARIWISATA tekan laju pertumbuhan ekonomi Bali

 
Matroji
Matroji - Bisnis.com 14 Mei 2012  |  17:25 WIB

 

DENPASAR: Kantor Bank Indonesia Denpasar mencatatkan perekonomian Bali triwulan I/2012 mengalami kontraksi menjadi 6,09% jika dibanding dengan triwulan/IV 2011 yang mencapai 6,95% karena melambatnya pertumbuhan kinerja sektor pariwisata. 
 
Dalam kajian ekonomi regional triwulan I/2012 tercatat subsektor hotel dan restoran yang memiliki share 32,38% mengalami perlambatan dibanding triwulan sebelumnya yang mencapai 8,65% angka tahunan. Pertumbuhan tersebut juga lebih lambat jika dibanding pertumbuhan periode yang sama 2011 sebesar 9,04% (yoy). 
 
Kajian yang ditandatangani oleh Pemimpin Kantor Bank Indonesia Bali  Dwi Pranoto menjelaskan sektor hotel dan restoran memberi andil 2,01% terhadap pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan I/2012. 
 
Perlambatan ini diakibatkan oleh subsektor hotel dan restoran yang masing-masing hanya tumbuh 1,78% dan 2,00%. Adapun sektor pertanian juga mengalami perlambatan yang disebabkan oleh kontraksi subsektor tanaman bahan makanan dan perikanan.
 
Untuk sisi permintaan, lanjutnya, kuatnya investasi menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di triwulan I/2012. Penghambat penurunan itu didukung oleh banyaknya proyek investasi skala besar yang dilaksanakan mulai 2011 terkait kesiapan Bali menjelang KTT APEC 2013. 
 
Wisman naik
 
Sementara itu data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mengungkapkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara masih mengalami peningkatan pada triwulan I/2012. 
 
“Jumlah kunjungan wisman tercatat 695.610 orang, atau secara tahunan meningkat 14,82%,” kata Gde Suarsa, Kepala BPS Bali. 
 
Kunjungan wisman, lanjutnya, masih didominasi warganegara Australia dengan besaran 26,75% dari jumlah total yang datang ke Bali. Pada angka itu, wisman Australia tercatat meningkat 19,32% dibanding periode tahun sebelumnya. 
 
Selain Australia, kunjungan wisman juga didominasi oleh warganegara China yang meningkat cukup pesat dalam beberapa periode terakhir. Peningkatannya tercatat mencapai 82,54% dibanding periode yang sama pada tahun lalu. (sut)
 
 
 
 

 

BACA JUGA:

>> Indonesian shares fall 0.47% in midday break session

>> TRAGEDI SUKHOI: Penyebar  Foto Palsu Terancam  Denda Rp12 Miliar!

>> Sinyal negatif di bursa Asia menguat 

>> BBJ Targetkan Kontrak Kakao Tembus 300.000 Ton

>> 5 Kanal TERPOPULER Bisnis.com

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top