FRISIAN FLAG gencarkan ekspansi ke Sumut

 
Andi Suhendri Rambe | 30 April 2012 17:41 WIB

 

MEDAN: PT Frisian Flag Indonesia memproyeksikan pertumbuhan pangsa pasar susu pertumbuhan di Sumatra Utara menyusul peluncuran produk baru susu bubuk Frisian Flag yang mengandung isomaltulosa.
 
Davy Djohan, Marketing Manager PT Frisian Flag Indonesia, mengatakan selama ini Jawa Timur dan Sumatra Utara merupakan pasar utama prabikan susu tersebut.
 
“Dengan produk baru ini frisian flag menargetkan pertumbuhan penjualan dua persen di atas pertumbuhan tahun lalu sekitar 6%—7%,” ujarnya menjawab Wartawan di Medan Senin 30 April 2012.
 
Menurut dia, pertumbuhan susu bubuk frisian flag beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang meningkat. Oleh katena itu, lanjutnya, Frisian Flag melakukan riset bertahun-tahun untuk menambahkan karbohidrat penambah energi otak dalam susu yang dikenal dengan nama isomaltulosa.
 
Secara nasional, kata dia, Indonesia baru mengkonsumsi susu 12 liter per tahun, sedangkan Malaysia sudah mencapai 24 liter per tahun. Demikian juga negara Eropa, lanjutnya, sudah mengkonsumsi susu 150 liter per tahun.
 
Melihat angka-angka tersebut, paparnya, pangsa pasar di Indonesia masih sangat menjanjikan dan memiliki prospek yang bagus. “Pabrik susu di dunia melihat Indonesia sebuah pasar yang besar menyusul China dan Rusia.”
 
Hendro Pujiono, Trade Marketing Director PT Frisian Flag Indonesia menambahkan susu yang mengandung isomaltulosa di dunia. Karbohidrat tersebut, tuturnya, mampu memperkuat energi otak bayi berumur  sampai enam tahun. “Kami akan fokus memproduksi susu formula yang mengandung isomaltulosa ke depan. 
 
Adapun, susu formula Frisian Flag 1 sampai 6 yang beredar sebelumnya diharapkan bulan Mei tahun ini sudah habis di pasar digantu dengan produk yang mengandung isomaltulasi.
 
Berdasarkan catatan Bisnis,  pangsa pasar susu formula Frisian Flag di Indonesia masing-masing di Jakarta 25%, Jatim 15%, dan Sumut 6%. Adapun tahun ini, pertumbuhan konsumsi susu Frisian Flag tertinggi di Sumatra Selatan mencapai 11% dan Sulawesi Selatan 10%—11%. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top