TUNGGAKAN RASKIN di Bali capai Rp2 miliar

 
Matroji
Matroji - Bisnis.com 30 April 2012  |  17:19 WIB

 

DENPASAR: Manajemen Divisi Regional (Divre) Bali Perum Bulog mencatatkan angka piutang beras miskin (raskin) sepanjang Januari—April 2012 di sembilan kabupaten/kota mencapai Rp2 miliar. 
 
Andi Abdul Rahman, Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog Bali menyatakan tunggakan itu masih lekat dengan alasan klasik, yakni proses kolektif pembayaran raskin oleh perangkat desa. 
 
“Secara internal dan eksternal, Bulog selalu mengadakan koordinasi dengan para perangkat desa dan seluruh pegawai Bulog untuk langsung mengirimkan uang raskin yang telah terbayar,” katanya hari ini. 
 
Andi menambahkan tunggkan itu biasanya terbayar dengan jeda antara 2 minggu hingga 1 bulan setelah alokasi beras diberikan. Setiap bulannya, secara rata bulog Vali menyalurkan 2.022 ton beras miskin untuk 134.804 rumah tangga saasaran dengan hak penerimaan pembayaran sekitar Rp3,24 miliar.
 
Untuk kasus tunggakan di Bali, lanjutnya, sangat jarang pembayaran raskin dilakukan pada tahun buku berikutnya. Tunggakan pada 2011 sudah selesai pada tahun buku 2011. “Tidak seperti di daerah lain, piutang masih dibebankan pada tahun buku selanjutnya.”
 
Berdasarkan catatan Divre Bali, Perum Bulog per Januari—Mei 2012 telah menyalurkan beras sebanyak 9.868 ton untuk 134.804 rumah tangga sasaran (RTS) yang tersebar di 713 desa/kelurahan. Beras yang didistribusikan melalui 56 kecamatan itu dijual dengan harga Rp1.600 per kg. 
 
Saat ini, penyaluran beras murah setiap bulannya di Kabupaten Buleleng sebanyak 677,8 ton, Jembrana 83,9 ton, Tabanan 174,3 ton, Badung 56,5 ton, Gianyar 112,6 ton, Klungkung 119,8 ton, Bangli 201,7 ton, Karangasem 538,8 ton, dan Kota Denpasar 38,7 ton. Bulog menerima beras dengan standar maksimal kadar air sebanyak 14%, derajat sosoh 95%, kerusakan/butir patah 20%. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top