TOL Benoa-Nusa DuaOperator finalisasi skema pinjaman Rp1,72 triliun

 
News Editor | 30 April 2012 16:06 WIB

 

DENPASAR: Perusahaan konsorsium PT Jasa Marga Bali Tol memfinalisasi skema pinjaman kepada empat konsorsium bank yang akan mendanai 70% dari nilai total megaproyek tol Benoa—Nusa Dua sebesar Rp2,46 triliun. 
 
Direktur Utama Jasa Marga Bali Tol Akhmad Tito Karim mengatakan skema pinjaman yang diberikan oleh empat Bank itu menyangkut tenor waktu pembayaran, provisi dan suku bunga pinjaman. Empat perusahaan perbankan itu, akan mendanai sekitar Rp1,72 triliun dari total nilai proyek.
 
Negosiasi itu masih berlangsung dengan PT Bank Mandiri Persero Tbk, PT Bank BCA Tbk, PT Bank BNI Persero Tbk dan PT Bank BRI Persero Tbk. 
 
“Direktur Keuangan Jasa Marga Bali Tol, Ronny Haryanto masih mengadakan negosiasi dengan empat bank itu di Jakarta,” katanya kepada Bisnis hari ini. 
 
Saat ini, pembiayaan pembangunan tol, ditopang oleh Bank Permata dengan tenor waktu pinjaman 1 tahun. Setelah masa kerjasama dengan Bank Permata habis, Jasa Marga Bali akan mengusahakan pembiayaan langsung dari keempat bank itu. 
 
Tito menambahkan Jasa Marga Bali Tol memiliki konsep pengembalian investasi dengan penghitungan 15 tahun masa operasi. Pengembalian itu, didapat dari pungutan tarif tol yang telah ditetapkan.  
 
Jasa Marga Bali Tol yang memegang konsesi pengelolaan selama 45 tahun menetapkan tarif sebesar Rp10.000 untuk golongan I hingga Rp30.000 per unit untuk untuk golongan V. Adapun sepeda motor yang masuk dalam golongan VI dikenakan tarif Rp4.000 per unit.
 
Pembiayaan itu, lanjutnya, juga untuk membebaskan 4,6 hektare tanah di dua kawasan akses masuk tol. Saat ini skema pembebasan lahan masih dirumuskan oleh pemerintah daerah setempat. “Panitia pembebasan lahan akan dipimpin oleh sekretaris daerah setempat.”
 
Selain sebagai persiapan infrastruktur APEC 2013, jalan bebas hambatan ini juga dalam rangka mengatasi kemacetan dari Denpasar menuju Nusa Dua, Bali. Saat ini kondisinya terus macet pada saat jam kerja. Jalan ini sudah mengantungi izin perpres dan perda tata ruang kawasan strategis nasional, Kawasan Perkotaan Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan.
 
Tol tersebut menggunakan satu sitem operasi terbuka dengan kecepatan rencana 80 kilometer/jam. Terdapat 2 x 2 lajur kendaraan R4 (roda empat) dengan lebar jalur 3,50 meter dan 2 x 1 lajur kendaraan R2 (roda dua) dengan lebar jalur 3,00 meter. Selain itu 3,00 meter lagi diuntukkan bahu jalan dengan 2,50 meter bahu luar dan 0,50 meter bahu dalam. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top