KOPERASIKPRI Unej bangun pusat bisnis

 
News Editor | 30 April 2012 15:16 WIB

 

SURABAYA: Koperasi Pegawai Republik Indonesia Universitas Negeri Jember (KPRI Unej), Jawa Timur, akan membangun gedung fasilitas bisnis di pusat kota Jember, dengan mengakses dana pinjaman lunak sekitar Rp20 miliar ke Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM. 
 
Langkah tersebut sebagai bentuk pengembangan usaha, sesudah koperasi beranggotakan 2.422 orang civitas akademika Unej itu menangani 3 unit usaha (simpan pinjam, ritel dan jasa) dengan omzet Rp47 miliar pada 2011.
 
“Ketiga unit usaha kami berjalan bagus, dan kami akan mengembangkan usaha lagi dengan memanfaatkan lahan cukup strategis milik kami di Jl. Sumatera, Jember, untuk pembangunan gedung bagi fasilitas bisnis. Sebagian ruangan gedung akan kami sewakan,” ujar Sugijono, Ketua KPRI Unej, kepada Bisnis  hari ini.
 
Dia mengatakan pengembangan usaha di bidang pengelolaan gedung cukup prospektif seiring berkembangnya perekonomian di Kota Jember. Namun, langkah tersebut masih akan dibahas dulu dengan pengurus dan perwakilan anggota.
 
KPRI Unej pada 2011 disebutkan membukukan omzet Rp47 miliar dan sisa hasil usaha Rp1,4 miliar sesudah pajak. Adapun nilai aset koperasi tersebut mencapai Rp48 miliar.
 
Menurut Sugijono, sebanyak 70% dari omzet koperasi tersebut dikontribusikan unit simpan pinjam (USP) dan sisanya dari swalayan serta jasa (pembayaran tagihan listrik PLN, telpon dan pajak kendaraan bermotor). 
 
Selain menghimpun dana internal, koperasi tersebut mendapatkan dukungan dana dari Bank BNI, Bank Syariah Mandiri dan Bank Bukopin guna memberikan pinjaman kepada anggota. Nilai pinjaman bisa mencapai Rp75 juta.
 
“Kami berminat mengakses dana dari LPDB sekitar Rp20 miliar untuk membangun gedung fasilitas bisnis. Pengembangan usaha ini bersifat segera sebab prospeknya bagus, kami sudah membuat maket,” tutur Sugijono, yang juga dosen Fak. Hukum Unej.
 
KPRI Unej yang berdiri pada 1979 pernah menjalin kerja sama dengan pengembang membangun perumahan bagi anggota pada pertengahan 1980. Unit usaha tersebut akan dilakukan lagi dengan mendata dosen Unej yang membutuhkan rumah. (sut)

Sumber : Adam A. Chevny

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top