TOL BALI terkendala pembebasan lahan & pengiriman alat berat

 
Matroji
Matroji - Bisnis.com 29 April 2012  |  17:22 WIB

 

DENPASAR: Proyek pengerjaan jalan Tol Benoa—Nusa Dua masih terkendala teknis pengiriman alat berat ke tengah laut dan pembebasan lahan seluas 4 hektare.  
 
Direktur Utama PT Jasa Marga Bali Tol  Akhmad Tito Karim mengatakan teknis pengiriman alat berat masih mengalami kendala. Terkendalanya pengiriman lata berat itu dialami oleh Adhi Karya sebagai pembangun paket I jalan tol Nusa Dua—Benoa.
 
“Alat berat yang diangkut dengan tongkang masih kandas di sekitar laut lokasi proyek,” katanya kemarin.
 
Jasa marga Bali tol, lanjutnya, menunjuk tiga perusahaan karya milik Negara untuk membangun 4 paket pekerjaan tol tengah laut ini. Proyek paket I dikerjakan oleh Adhi Karya, paket III Hutama Karya dan paket II dan IV Waskita Karya. Sejumlah alat berat milik ketiga perusahaan pembangun itu ke tengah laut ini, menyusul telah diterbitkannya surat pemberitahuan mulai pekerjaan pada 1 Maret 2012. 
 
Akhmad menambahkan pengangkatan alat berat milik Adhi Karya  masih diusahakan dengan mendorong tongkang yang berisi crane dengan sejumlah kapal kecil. Namun, penarikan tongkang juga masih menunggu air pasang. Ketinggian air sangat menentukan untuk pengangkatan tongkang. 
 
Selain itu, kendala pembebasan lahan di dua akses masuk juga masih terkendala. Saat ini pemerintah provinsi dan kabupaten setempat masih merumuskan pembebasan lahan seluas 4 hektare. Jasa Marga berharap penyelesaian pembebasan lahan jangan sampai merugikan, karena untuk pembangunan fasilitas umum senilai Rp2,46 triliun ini. 
 
Saat ini, hanya paket II yang dikerjakan Waskita Karya yang sudah memasang tiang pancang di tengah laut. Tiang itu dipasang secara bergiliran dengan dimulai pada titik kilometer 5.308. 
 
“Secara target, kami harus memasang 30 beton tiang pancang per hari untuk menyelesaikan paket II,” kata Anugrianto, Kepala Proyek Waskita Karya paket II, kepada Bisnis. 
 
Untuk pengerjaan paket II ini, katanya, waskita karya harus memberikan prioritas percepatan pembangunan karena berada di tengah garis lurus runway pesawat bandara Ngurah Rai. Pengerjaan ini, harus dipercepat karena sangat berpotensi mengganggu pesawat yang akan tinggal landas ataupun mendarat. 
 
Tinggal landas pesawat, jelasnya, yang dimulai 1,6 derajat dari permukaan runway hanya mampu mencapai ketinggian 30 meter pada lokasi proyek paket II. Padahal, crane yang digunakan untuk menancapkan beton setinggi 20 meter. “sejumalh pesawat berukuran besar, terlihat berada sangat dekat dengan crane kami.” 
 
Izin Angkasa Pura I 
 
Namun, katanya, untuk memberikan pengamanan pada penerbangan, sepanjang 200 meter pembangunan paket II sudah mengantungi izin dari PT Angkasa Pura I sebagai pengelola Bandara Ngurah Rai, Bali. “izin pembangunan itu dijamin tidak akan menggangu jalur penerbangan.”
 
Pemberian Izin itu, lanjutnya, juga dikeluarkan oleh badan penerbangan internasional yang ikut mengukur jarak aman antara alat proyek dan badan pesawat saat melakukan pendaratan dan take off. “Namun jika potensi mengganggu jalur penerbangan, kami bisa menggantinya dengan beberapa skema rencana.”
 
Proyek Jalan tol dengan dua simpang ini pengerjaannya dikebut dengan tenor waktu 14 bulan. Sebelum konferensi APEC 2013, jalan tol dengan sepanjang 11,99 kilometer ini sudah dapat difungsikan. Sekitar Mei 2013 akan dioperasikan melalui beberapa tes uji oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Kementerian Perhubungan. 
 
Selain sebagai persiapan infrastruktur APEC 2013, jalan bebas hambatan ini juga dalam rangka mengatasi kemacetan dari Denpasar menuju Nusa Dua, Bali. Saat ini kondisinya terus macet pada saat jam kerja. Jalan ini sudah mengantungi izin perpres dan perda tata ruang kawasan strategis nasional, Kawasan Perkotaan Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan.
 
Akhmad menjelaskan  tol ini menggunakan satu sitem operasi terbuka dengan kecepatan rencana 80 kilometer/jam. Pada spesifikasinya terdapat 2x2 lajur kendaraan R4 dengan lebar jalur 3,50 meter dan 2x1 lajur kendaraan R2 dengan lebar jalur 3,00 meter. Selain itu 3,00 meter lagi diuntukkan bahu jalan dengan 2,50 meter bahu luar dan 0,50 meter bahu dalam. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top