PENUMPANG LION AIR kehilangan laptop di pesawat

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 April 2012  |  16:06 WIB

 

MAKASSAR: Salah seorang penumpang pesawat Lion Air, Muhammad Hamzah (32), kehilangan sebuah laptop saat menumpangi pesawat lion Air tujuan Jakarta–Makassar. 
 
Hamzah yang juga merupakan Kepala Sub Pemberitaan Bagian Humas Pemkot Makassar menjelaskan bahwa laptop miliknya raib saat salah seorang pramugara pesawat mengambil koper yang berisi laptop untuk dibagasikan dengan alasan bagasi di dalam kabin pesawat telah penuh. 
 
"Waktu itu [Kamis, 26 April 2012] saya masuk ke pesawat lewat pintu samping belakang. Ketika sampai di pintu pesawat, salah seorang pramugara menghadang saya dan menjelaskan kabin pesawat sudah penuh, jadi koper saya harus dibagasikan. Pramugara itupun mengambil koper saya," ujarnya  hari ini.
 
Mantan jurnalis radio swasta ini mengaku jika sebelumnya sudah menjelaskan bahwa didalam kopernya ada laptop. Pramugara tersebut terus berusaha meyakinkan bahwa barang – barang saya di dalam koper dijamin aman, termasuk laptop yang ada di dalamnya. 
 
"Waktu itu saya sempat ngotot untuk tidak menyerahkan koper saya. Karena tidak ingin menghalangi penumpang lain yang sudah antre di belakang, akhirnya koper saya serahkan dengan jaminan tadi," lanjutnya.
 
Ketika sampai di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, tanpa perasaan curiga, Hamzah menemukan kopernya di bagian pengambilan bagasi untuk selanjutnya kembali ke rumah untuk istirahat. 
 
"Saya baru mengetahui laptop saya sudah tidak ada di dalam koper ketika dalam perjalanan pulang ke rumah. Saat itu, waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 wita, jadi saya niat singgah makan di salah satu warung makan sambil mengerjakan beberapa pekerjaan kantor," lanjutnya.
 
Karena sadar laptop didalam koper sudah tidak ada, Hamzah pun  pun urung turun dari mobil dan segera berbalik arah kembali ke bandara untuk melaporkan ke manajemen Lion.
 
Arif, salah seorang petugas bagasi Maskapai Penerbangan Lion Air membuatkan surat pengaduan ketika Hamzah melaporkan peristiwa yang menimpanya. 
 
“Saya diterima oleh beberapa petugas Lion Air yang bertugas di bagian bagasi, salah satunya bernama Arif, saya lalu di buatkan surat pengaduan dan dijanji akan segera dihubungi jika ada informasi terkait laptopnya," ujarnya. 
 
Namun karena berselang dua hari tidak menerima konfirmasi apa pun dari maskapai berlogo kepala siang merah itu, Sabtu kemarin, Hamzah kembali mendatangi kantor Lion Air di bandara Hasanuddin dengan niat untuk mempertanyakan laptop saya yang hilang. 
 
"Namun di sana saya hanya diterima salah seorang stafnya meminta untuk datang lain waktu karena sejumlah pimpinannya belum ada di kantor, padahal waktu sudah menunjukkan jam 11.00 wita siang. Saya pun pulang tanpa penjelasan apa – apa soal laptop saya “ ujar hamzah.
 
Dia mengaku hanya ingin mendengar bagaimana bentuk pertanggungjawaban Lion Air jika ada penumpangnya yang mengalami nasib seperti dirinya, karena kasus seperti ini tentunya cukup meresahkan sekaligus menimbulkan perasaan was–was bagi penumpang Lion Air lainnya. (sut) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Hendra Nick Arthur

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top