RUDAL KORUTAhli Jerman nilai Korut berbohong

 
Tusrisep | 29 April 2012 15:07 WIB

 

JAKARTA: Ahli rudal asal Jerman menilai barisan roket raksasa yang dipamerkan dalam parade militer mereka sebagai teknologi rudal balistik antar benua Korea Utara sebetulnya hanyalah palsu.
 
Robert Schmucker, seorang ahli rudal Jerman yang menjabat sebagai anggota tim inspeksi senjata PBB ke Irak pada 1990-an menilai rudal balistik antarbenua yang dipamerkan oleh Korea Utara pada parade militer di Pyongyang awal bulan ini adalah palsu.
 
Seperti disitat dari wawancara Schmucker dengan NHK, hari ini, rudal-rudal besar yang dipamerkan di Pyongyang dalam  parade militer 15 April untuk menandai seratus tahun kelahiran pendiri negara itu, Kim Il Sung hanyalah benda pajangan.
 
Dia melakukan analisis foto dan mendapati sejumlah peranti penting yang tidak sepatutnya salah satunya peranti undulations di permukaan satu hulu ledak yang secara desain tidak cukup kuat untuk bertahan saat memintas atmosfer.
 
Dia juga mendapatu bagian-bagian untuk kedua bahan bakar padat dan pemuatan bahan bakar cair, yang tidak wajar sehingga dia berkesimpulan Korea Utara tidak membuat banyak kemajuan dalam mengembangkan rudal balistik antarbenua.
 
Fakta lain adalah kegagalan dua misi peluncuran satelit Kwangmyongsong-2 dan Kwangmyongsong-3 yang menggunakan roket pendorong menggunakan rudal antar benua.
 
Kwangmyongsong-2 diluncurkan dengan roket Taepodong-2 dari fasilitas peluncuran roket Tonghae di kabupaten Hwadae pada 5 April 2009 namun gagal mengorbit karena roket nyungsep di lautan.
 
Taepodong-2 sejatinya adalah misil balistik antar benua yang dikembangkan dari Scud, rudal jarak jauh Uni Soviet yang menyeramkan di masa perang Teluk I karena dikirim Irak untuk menghajar Israel.
 
Sementara Kwangmyongsong-3 diluncurkan 13 April lalu menggunakan roket Unha yang gagal mengudara dari fasilitas peluncuran roket Sohae di kabupaten Cholsan.
 
Roket yang merupakan hasil kanibal dan pengembangan sistem Scud (Rusia), sistem Safir (Iran) dengan sistem motor Nodong dan SS-N-6 hasil pengembangan ilmuwan Korut jadi serpihan bola api setelah mengudara 2 menit. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top