PENJUALAN HONDA : Konsumen di Jawa Barat tak lagi beli tunai

BANDUNG: Penjualan mobil Honda di Jawa Barat menghadapi penurunan pola pembelian tunai oleh konsumen setiap tahun. Saat ini, porsi kepemilikan antara kredit dan tunai sudah semakin seimbang.Direktur Honda Bandung Center Iwan Tjandradinata mengatakan
News Editor | 29 April 2012 10:32 WIB

BANDUNG: Penjualan mobil Honda di Jawa Barat menghadapi penurunan pola pembelian tunai oleh konsumen setiap tahun. Saat ini, porsi kepemilikan antara kredit dan tunai sudah semakin seimbang.Direktur Honda Bandung Center Iwan Tjandradinata mengatakan rencana peningkatan uang muka minimum menjadi 30% pada 15 Juni 2012 tetap disikapi positif pihaknya. Meskipun, pihaknya memprediksikan Honda baru bisa berlari cepat setelah pasokan kendaraan dari Thailand pulih pada Mei.“Kami melihat kenaikan uang muka bukan faktor negatif. Dari data yang kita miliki, pembelian Honda melalui kredit dan cash 50%:50%,” katanya di Bandung akhir pekan lalu.Perubahan pola pembelian ini menurutnya terus berlangsung. “Ini sudah berubah, dulu hampir 90% penjualan lewat cash,” kata Iwan.Meski pembelian lewat kredit mengalami kenaikan, pihaknya tetap optimis penjualan Honda di Jabar tidak terlalu berpengaruh. “Sejauh ini, orang-orang sudah banyak pakai kredit dengan uang muka minimal 20% ke atas,” katanya.Iwan menilai, konsumen Honda terbiasa dengan uang muka minimal 20% ke atas. Begitupula dengan adanya rencana pembatasan BBM bersubsidi oleh pemerintah. “Soal BBM kami konsen juga, tapi kami masih menunggu keputusan pemerintah,” katanya.Di tengah kondisi pasar yang terbebani aturan, Honda Bandung Center tahun ini menargetkan mampu menjual 5630 unit. Angka ini mengalami kenaikan dibanding tahun lalu yang hanya menargetkan penjualan sebanyak 4300 unit. “Peningkatan tersebut, setelah adanya kepastian suplai Honda dari Thailand mulai bulan Mei ini,” katanya.Pasokan dari Thailand memang memberi pengaruh signifikan. Tahun lalu, Honda Jabar hanya mampu menjual 4740 unit atau hanya meraup 6,3% market share. Saat ini posisi penjualan Honda di Jabar masih bergerak pelan.Data penjualan Januari-Februari 2012, menunjukan baru 489 unit seluruh jenis varian Honda yang terserap pasar di Jabar. Sementara dalam bulan yang sama pada 2011, Honda Bandung Center mampu menjual 928 unit. “Di perjalanan kadang-kadang ada adjusment. Kami terus melihat potensipasar,” kata Iwan.Untuk menjaga kondisi pasar, Honda Bandung Center meluncurkan Honda New CR-V pada publik Jabar pekan lalu. New CR-V diharapkan menjadi andalan penjualan Honda di Jabar selain varian Jazz dan Freed. “Kami optimistis mampu menjual sampai dengan 1.175 unit. Atau menyerap 10% target penjualan New CR-V nasional sekitar 12.000 unit untuk penjualan tahun ini,” papar Iwan. (faa)

Sumber : Wisnu Wage Pamungkas

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top