PAKISTAN ngotot tentang pesawat tak berawak AS

ISLAMABAD: Islamabad, Kamis, kembali menegaskan penentangan atas serangan pesawat tak berawak AS di wilayah Pakistan ketika utusan AS untuk Pakistan dan Afghanistan tiba di negara itu untuk memperbaiki hubungan yang retak.Hubungan antara Pakistan dan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 April 2012  |  02:39 WIB

ISLAMABAD: Islamabad, Kamis, kembali menegaskan penentangan atas serangan pesawat tak berawak AS di wilayah Pakistan ketika utusan AS untuk Pakistan dan Afghanistan tiba di negara itu untuk memperbaiki hubungan yang retak.Hubungan antara Pakistan dan AS memburuk tahun lalu karena serangan AS yang menewaskan Osama bin Laden di dalam wilayah Pakistan dan serangan udara NATO di dekat perbatasan dengan Afghanistan yang menewaskan 24 prajurit Pakistan.Marc Grossman, utusan khusus AS untuk Afghanistan dan Pakistan, melakukan pembicaraan dengan sejumlah pejabat Pakistan, Kamis, selama lawatan pertamanya ke negara itu sejak peninjauan parlemen atas kebijakan tersebut setelah serangan udara itu.Meski serangan pesawat tak berawak tampaknya mereda, AS tetap antusias untuk melanjutkan penyerangan semacam itu terhadap militan di dalam wilayah Pakistan. Islamabad menyatakan, serangan-serangan itu menewaskan warga sipil dan mengobarkan kebencian.Dalam panduan yang disahkan parlemen bulan ini, Pakistan menetapkan AS harus meminta maaf tanpa syarat atas kematian dalam serangan-serangan udara itu, pelarangan pengangkutan senjata melewati negara itu dan diakhirinya serangan pesawat tak berawak."Kami menganggap pesawat tak berawak ilegal, tidak produktif dan tidak bisa diterima," kata sekretaris luar negeri Pakistan Jalil Abbas Jilani pada jumpa pers bersama Grossman."Masalah ini juga dibahas pada tingkat tertinggi kepemimpinan sipil dan militer," tambahnya.Grossman menyampaikan bela-sungkawa atas kematian dalam serangan udara itu namun tidak meminta maaf, dan mengenai masalah pesawat tak berawak, ia mengatakan bahwa baik Pakistan maupun AS menghadapi ancaman dari Al-Qaida dan kelompok militan lain.Para pejabat AS mengobarkan perang dengan pesawat tak berawak terhadap para komandan Taliban dan Al-Qaida di kawasan suku baratlaut, dimana militan bersembunyi di daerah pegunungan yang berada di luar kendali langsung pemerintah Pakistan.Pasukan Amerika menyatakan, daerah perbatasan itu digunakan kelompok militan sebagai tempat untuk melakukan pelatihan, penyusunan kembali kekuatan dan peluncuran serangan terhadap pasukan koalisi di Afghanistan.Islamabad mendesak AS mengakhiri serangan-serangan pesawat tak berawak, sementara Washington menuntut Pakistan mengambil tindakan menentukan untuk menumpas jaringan teror. (Antara/AFP/arh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top