HARGA BBM BERSUBSIDI: Penyesuaian harga bergeser

JAKARTA: Kebijakan pembatasan konsumsi premium per Mei menjadi pertimbangan pemerintah untuk menggeser jadwal penyesuaian harga jual eceran BBM bersubsidi menjadi tahun depan.
| 27 April 2012 19:24 WIB

JAKARTA: Kebijakan pembatasan konsumsi premium per Mei menjadi pertimbangan pemerintah untuk menggeser jadwal penyesuaian harga jual eceran BBM bersubsidi menjadi tahun depan.

Menkeu Agus D. W. Martowardojo menegaskan kebijakan pembatasan BBm bersubsidi pada Mei, sesuai dengan yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Sidang Kabinet beberapa waktu lalu.Kendati opsi pembatasan yang akhirnya dipilih pada tahun ini, Agus mengatakan kebijakan penyesuaian harga BBM bersubsidi tetap perlu dipertimbangkan untuk bisa dilakukan dalam waktu dekat atau paling tidak tahun depan."Rasanya dalam waktu dekat memang BBM perlu disesuaikan, tapi waktunya belum pasti karena kondisi (syarat deviasi ICP) yang harus tercapai itu akan membuat pasar selalu punya ekspektasi akan ada kenaikan BBM dan itu membuat inflasi," jelasnya hari ini, Jumat, 27 April 2012.Menurutnya, dengan dipilihnya opsi pembatasan BBM bersubsidi, maka membuat volume BBM bersubsidi melampai kuota ke kisaran 42 juta kilo liter.  Dari sisi anggaran itu akan berimplikasi pada belanja subsidi yang membengkak dan menjadi beban tambahan pada 2013."Dampaknya akan membuat subsidi BBM membengkak dan dibawa pada postur 2013. Hal itu akan membuat rencana kami membuat fiskal 2013-2014 yang lebih sehat itu mendapatkan tantangan," katanya.Agus menambahkan langkah tersebut tidak menyurutkan pemerintah untuk mengarahkan APBN mendekati berimbang (balance budget), dengan defisit maksimal 0,5% dari PDB pada 2014. "Mungkin defisit ada di 0,5% atau di bawah 0,5% pada 2014." (tw) 

 

+  JANGAN TINGGALKAN ARTIKEL LAINNYA:

 

> Hari PERTAMA ANGELINA Sondakh di PENJARA

> BOY THOHIR ADARO Protes Pajak Tambang

> Kian banyak BAYI LAHIR ASIMETRIS

> BARCA Tunjuk TITO Gantikan PEP GUARDIOLA

> Perkembangan Harga EMAS ANTAM

> Indonesian IDOL Pekan Ini: Rosa Selamat, SANDY Pulang

> Yang UNIK: Bagaimana Bisa Hamil Kembar 9?

> Laba BRI gila: Rp4,2 Triliun, Tiga Bulan Saja

> Bang YOS pun Ngeluh kok TRANS JAKARTA Memburuk

 

Tag :
Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top