CAPRES GOLKAR: DPD II tak berhak tentukan capres

JAKARTA: Wakil Sekjen Partai Golkar Nurul Arifin menegaskan DPD II Kabupaten/Kota tidak mempunyai hak suara untuk menentukan siapa calon presiden dari parpol tersebut."AD/ART atau konstitusi partai menyatakan yang memiliki hak suara hanya DPD I.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 27 April 2012  |  15:54 WIB

JAKARTA: Wakil Sekjen Partai Golkar Nurul Arifin menegaskan DPD II Kabupaten/Kota tidak mempunyai hak suara untuk menentukan siapa calon presiden dari parpol tersebut."AD/ART atau konstitusi partai menyatakan yang memiliki hak suara hanya DPD I. DPD II itu wadahnya ada di Rapat Pimpinan Daerah. Kecuali Musyawarah Nasional, DPD I dan II itu memiliki hak suara," kata Nurul kepada wartawan hari ini, Jumat, 27 April 2012.Menurutnya, DPP Partai Golkar telah mengomunikasikan ketentuan tersebut kepada unsur pimpinan daerah seluruh Indonesia termasuk DPD II Partai Golkar. Apalagi, Rapimda sudah dilaksanakan masing-masing DPD Provinsi." Itu amanat partai yang wajib dilaksanakan dalam organisasi," kata Nurul.Menurut anggota Komisi II DPR itu, untuk Rapimnas pada Juli mendatang, DPD II tidak memiliki hak suara untuk menentukan capres. Hal ini, sesuai dengan AD/ART konstitusi Partai Golkar.Ketika ditanya soal penolakan Forum Silaturahmi DPD II yang dipimpin Muntasir Hamid atas pencalonan Aburizal Bakrie sebagai presiden, Nurul tidak mau berkomentar. Dia meminta agar pertanyaan itu ditanyakan langsung kepada yang bersangkutan.Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto mengatakan hari ini Ketua DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie dijadwalkan memimpin rapat pleno Golkar. Rapat pleno itu membahas perkembangan isu-isu terakhir dan mekanisme penetapan Aburizal Bakrie sebagai capres.Isu rivalitas di internal Golkar terkait pencapresan Ical terus memanas setelah sejumlah unsur pimpinan Golkar memberikan komentar. Hal itu dipicu oleh rencana DPP Partai Golkar yang akan menggelar Rampimnas khusus pada Juli sekaligus untuk mengukuhkan Ical sebagai satu-satunya capres dari Golkar. (tw)  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top