UKM CIMAHI cetak omzet Rp214,01 miliar

 
News Editor | 26 April 2012 18:09 WIB

 

CIMAHI : Usaha mikro kecil dan menengah di Kota Cimahi pada tahun lalu mencetak omzet Rp214,01 miliar dari total populasi sebanyak 4.641 pelaku usaha yang bergerak di bidang jasa, kerajinan, makanan, fesyen dan perdagangan.
 
Kepala Dinas Koperasi KUKM Perindustrian Perdagangan dan Pertanian (Diskopindagtan) Kota Cimahi Tatang Turhendi mengatakan UMKM di Cimahi mayoritas merupakan usaha mikro sebanyak 4.485 pelaku usaha dengan nilai omzet diperkirakan Rp156 miliar setahun.
 
“Adapun kelompok usaha kecil terdapat 58 pelaku usaha dengan perkiraan omzet Rp34 miliar setahun, dan sisanya usaha menengah yang umumnya bergerak di sektor kuliner dengan omzet diperkirakan Rp11 miliar," katanya
 
Tatang menjelaskan potensi usaha yang sudah difasilitasi terdiri dari lima jenis komoditi mulai dari fesyen, jasa, kerajinan, makanan dan perdagangan sebanyak 342 pelaku usaha, dan menyerap 923 pekerja.   
 
Menurut dia, jumlah pelaku UMKM setiap tahun tumbuh sekitar 10% dari populasi yang ada saat ini 4.461 pelaku usaha. Tahun ini, Pemkot Cimahi menargetkan peningkatan penciptaan 17.647 lapangan kerja dari tahun sebelumnya 13.374 tenaga kerja yang terserap.
 
“Total aset UMKM pada 2011 mencapai Rp38 miliar. Sedangkan tahun ini diperkirakan akan meningkat menjadi Rp332 miliar. Jumlah modal juga tumbuh menjadi lebih dari Rp1 triliun dari Rp452 miliar,” jelasnya.
 
Tatang memaparkan komitmen Pemkot Cimahi untuk memacu pertumbuhan UMKM diantaranya dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,2 miliar pada 2012 untuk meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM.
 
“Pelatihan manajemen bisnis, pengemasan dan pameran diberikan kepada pelaku UMKM hingga empat kali dalam setahun, agar memiliki kemampuan untuk meningkatkan kualitas produksinya dan semakin berdaya saing” ujarnya.
 
Dia menambahkan kendala utama yang dihadapi para UMKM adalah masalah pemasaran dan pengemasan. Untuk itu, pelaku UMKM difasilitasi pelatihan pengemasan yang baik a.l dengan membangun rumah desain kemasan.
 
Untuk memperluas pemasaran, katanya, diberikan juga pelatihan marketing dan memfasilitasi UMKM dalam berbagai kegiatan pameran agar bisa memperluas jaringan dan menambah wawasan dalam berbisnis.
 
Sementara itu, Wali Kota Cimahi Itoc Tohija mengutarakan, pihaknya terus mengembangkan UMKM terutama difokuskan pada produk produk kreatif.
 
“Cimahi tidak memiliki sumber daya alam yang memadai, sehingga akan mengandalkan kreativitas manusianya seperti produk inovasi makanan tradisional dan kerajinan. Tak kalah menarik adalah bisnis animasi,” paparnya. (sut)

Sumber : Maman Abdurahman

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top