PAKISTAN uji rudal balistik

ISLAMABAD: Pakistan berhasil melakukan uji tembak rudal balistik jarak sedang berkemampuan nuklir pada Rabu, kata militer, kurang dari sepekan setelah India meluncurkan uji rudal jarak jauh.Jarak tempuh yang tepat dari rudal itu tidak diungkapkan, tetapi
News Editor | 26 April 2012 00:41 WIB

ISLAMABAD: Pakistan berhasil melakukan uji tembak rudal balistik jarak sedang berkemampuan nuklir pada Rabu, kata militer, kurang dari sepekan setelah India meluncurkan uji rudal jarak jauh.Jarak tempuh yang tepat dari rudal itu tidak diungkapkan, tetapi Jenderal purnawirawan Talat Masood, analis pertahanan,  rudal tersebut dapat mencapai target hingga 2.500 sampai 3.000 kilometer (1.550 - 1.850 mil) - menempatkan pesaing bebuyutannya India dalam jangkauan.Pada Kamis India menguji tembak rudal jarak jauhnya Agni V yang bisa membawa hulu ledak berbobot satu ton nuklir di mana pun di wilayah China."Pakistan hari ini berhasil melakukan peluncuran rudal balistik jarak menengah sistem persenjataan Hatf IV Shaheen-1A," kata pihak militer dalam satu pernyataan.India dan Pakistan - yang terlibat tiga perang sejak kemerdekaan dari Inggris pada 1947 - telah secara rutin melakukan uji coba rudal sejak keduanya menunjukkan kemampuan senjata nuklir pada tahun 1998.Uji coba rudal terakhir Pakistan terjadi bulan lalu dengan peluncuran rudal jarak pendek berkemampuan nuklir Abdali.Rudal Rabu, yang mendarat di laut, adalah versi dari Shaheen-1 dengan perbaikan jangkauan parameter dan teknis, kata militer, dan dapat membawa hulu ledak nuklir serta senjata konvensional.Direktur Jenderal Divisi Rencana Strategis Letnan Jenderal Ahmed Khalid Kidwai mengucapkan selamat kepada para ilmuwan dan insinyur mengenai keberhasilan peluncuran itu dan akurasi rudal dalam mencapai sasaran.Dia mengatakan versi perbaikan Shaheen 1A akan lebih mengkonsolidasikan dan memperkuat kemampuan pencegahan Pakistan.Arsenal Pakistan meliputi rudal jarak dekat, menengah dan jauh diberi nama Muslim Penakluk.Negara bertetangga itu berada di ambang konflik nuklir pada tahun 2002 atas wilayah sengketa Kashmir, tetapi dialog perdamaian yang bergerak lambat kembali digelar Maret lalu setelah terhenti tiga tahun setelah serangan Mumbai November 2008.India dan Amerika Serikat menuding serangan kelompok gerilyawan Pakistan Lashkar-e-Taiba dan Islamabad kemudian mengakui bahwa serangan itu setidaknya sebagian direncanakan di Pakistan. (Antara/AFP/arh) 

Sumber : Newswire

Tag :
Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top