PENCURIAN ORGAN TKI: Otopsi dilakukan hari ini

JAKARTA: Otopsi ulang pada ketiga jenazah tenaga kerja Indonesia yang tewas ditembak Polisi Diraja Malaysia pada 25 Maret lalu akan dilakukan di Indonesia, Kamis dan Jumat, 26--27 April 2012.
Jessica Nova | 26 April 2012 11:13 WIB

JAKARTA: Otopsi ulang pada ketiga jenazah tenaga kerja Indonesia yang tewas ditembak Polisi Diraja Malaysia pada 25 Maret lalu akan dilakukan di Indonesia, Kamis dan Jumat, 26--27 April 2012.

 

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) melalui unit teknisnya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) mendapatkan persetujuan tertulis.

 

Menurut Kepala BNP2TKI Moh. Jumhur Hidayat, izin tertulis itu diberikan oleh keluarga tiga TKI korban penembakan polisi Malaysia itu guna pelaksanaan otopsi ulang di Tanah Air.

 

“Untuk teknis lokasi rumah sakit yang menangani otopsinya, akan segera ditentukan oleh pihak kepolisian, yakni Polda NTB bekerja sama BP3TKI Mataram,” katanya pada Kamis, 26 April 2012.

 

Menurut dia, BP3TKI itu juga menyampaikan surat persetujuan otopsi ulang ke Polda NTB pada hari ini dan terkait dengan penanganan otopsi, BNP2TKI akan menanggung biaya sepenuhnya.

 

Surat persetujuan keluarga, lanjut Jumhur, diberikan kepada Kepala BP3TKI Mataram, Syahrum dan ditandatangani oleh Mastum selaku ayah TKI Herman (34 tahun) dan oleh Inaq Rupeni, ibu kandung TKI Abdul Kadir Jaelani (25 tahun).

 

Untuk TKI Mad Nur asal Desa Pengadangan, Pringgasela, Lombok Timur, NTB ditandatangani oleh Inaq Abil yang juga ibu korban," jelasnya.

 

Ketiga TKI itu meninggal secara mengenaskan akibat penembakan sadis dengan dugaan pencurian organ yang dilakukan polisi saat melaksanakan razia di kawasan Port Dickson (area pelabuhan), Negeri Sembilan, Malaysia.

 

Dengan kematian tiga TKI itu, RS Port Dickson, Negeri Sembilan melakukan otopsi pada 26 dan 26 Maret lalu.

 

Ketiga jenazah itu pun dipulangkan pada 6 April 2012 untuk kemudian dikuburkan di kampung halamannya sehari sesudahnya. (Bsi)

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top