VIDEO YOUTUBE > Komisi I ditolak mahasiswa Indonesia di Jerman

JAKARTA: Sejumlah anggota DPR Komisi I yang melakukan kunjungan kerja ke Jerman kena sentil para mahasiswa Indonesia yang belajar di negara tersebut.Para mahasiswa tersebut mengatasnamakan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman, bersama dengan PPI Berlin,
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 26 April 2012  |  14:58 WIB

JAKARTA: Sejumlah anggota DPR Komisi I yang melakukan kunjungan kerja ke Jerman kena sentil para mahasiswa Indonesia yang belajar di negara tersebut.Para mahasiswa tersebut mengatasnamakan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman, bersama dengan PPI Berlin, dan Nahdlatul Ulama Cabang Istimewa Jerman. Protes dan kritik pedas mahasiswa tersebut disampaikan dalam pertemuan di KBRI Berlin pada 24 April 2012.Hal itu terungkap dalam video berjudul "Aksi Protes PPI Berlin-Jerman Terhadap Komisi I DPR-RI" yang diupload di youtube tertanggal 25 April 2012.Video berdurasi lebih dari 9 menit itu awalnya menampilkan kedatangan para anggota dewan yang terhormat di Bandara dan tampak Venna Melinda yang berbalut jaket merah.Saat acara temu masyarakat di KBRI Berlin, para wakil rakyat itu diperkenalkan ketua rombongan Hayono Isman. Mereka antara lain Nurhayati Assegaf, Zaki Zulkarnaen, Tantowi Yahya,  Venna Melinda, Yorrys Raweyai, Nil Iskandar, dan Muchamad Ruslan.Video itu kemudian menampilkan salah satu mahasiswa yang  mengutarakan pertanyaan retorik untuk menyentil kedatangan Komisi 1, antara lain mempertanyakan sikap anggota DPR yang senang berbondong-bondong keluar negeri bak orang desa rindu ke kota, apalagi dengan membawa keluarga dan rombongan yang dipastikan akan mengganggu kinerja perwakilan RI setempat, misalnya pelayanan imigrasi.Setelah itu, si mahasiswa lalu mempersilahkan rekannya bernama Sugih membacakan pernyataan berisi antara lain:1. Transparansi dari setiap anggota DPR RI mengenai agenda kunjungan ke luar negeri beserta biaya yang akan dikeluarkan. Informasi tersebut harus dipublikasikan paling lambat 1 bulan sebelum keberangkatan.2. Melaporkan hasil kunjungan tersebut kepada rakyat melalui website DPR RI dan media massa.3. Pengertian Ibu Bapak wakil rakyat untuk tidak menghamburkan uang rakyat dengan terbang ribuan kilometer untuk Rapat Dengar Pendapat dengan KBRI dan KJRI. Hal ini bisa dilakukan lewat tele-konferens, atau ketika pejabat-pejabat KBRI dan KJRI berada di Jakarta."Melihat rendahnya urgensi kunjungan dan dana sebesar 3,1 miliar Rupiah yang telah dikeluarkan untuk membiayai perjalanan ini, PPI Jerman, PPI Berlin, dan NU Cabang Istimewa Jerman sepakat untuk menolak kedatangan Ibu Bapak Wakil Rakyat beserta keluarga dan rombongannya. Apabila ingin menanggapi, para anggota DPR yang hadir saat itu dipersilakan untuk melayangkan tanggapannya ke: contact@ppi-jerman.org"Setelah pembacaan pernyataan selesai, para mahasiswa yang tergabung dalam PPI, bersama dengan perwakilan NU Cabang Istimewa Jerman, sepakat untuk mempertegas protes mereka lewat aksi walk-out.Entah apa reaksi Venna Melinda, Tantowi, Hayono dan Yorrys?(faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top