BBM DAHLAN ISKAN dan SKANDAL SEKS mirip anggota DPR

 
News Editor | 25 April 2012 11:26 WIB

 

THE MAN BEHIND THE MACHINE. Istilah ini jelas pelesetan dari pemeo yang begitu terkenal The Man behind The Gun

 

Inilah yang terjadi dengan manusia modern saat ini. Gadget dan jejaring sosial menjadi ‘mesin’ yang begitu penting dalam denyut kehidupan sekarang ini.

 

Bagi seorang Dahlan Iskan, Menteri Negera BUMN, BlackBerry dengan BlackBerry Messenger-nya, menjadi teknologi yang begitu berguna.

 

Dia mengaku memiliki banyak BBM grup yang difungsikan sebagai wahana rapat dengan para pejabat di kementeriannya dan para eksekutif di BUMN.

 

"Di Black Berry saya ada grup gula, ternak, energi, kementerian, dan lain-lain. Saya rapat lewat BBM karena kalau ketemu langsung bisa habis waktu terbuang," kata Dahlan.

 

Bagi seorang Dahlan, BBM menjadi satu perangkat dalam reformasi birokrasi yang saat ini masih terbatas pada teori, tetapi belum pada pelaksanaan. Bahkan, banyak yang salah menerjemahkannya.

 

"Banyak yang menganggap reformasi birokrasi berarti kenaikan gaji agar sesuai dengan kebutuhan zaman, tapi bukannya mengenai penyerdahanaan birokrasi," ujarnya.

 

Saat baru diangkat menjadi Menteri BUMN, Dahlan memangkas frekuensi rapat dan laporan hingga 50% dan melimpahkan 28 kewenangan menteri kepada direksi BUMN.

 

Jejaring sosial, gadget, dan Internet tentunya, juga menjadi bagian penting ketika orang ramai membicarakan foto porno ‘mirip’ anggota DPR berinisial K dan AB yang beredar beberapa hari ini.

 

Foto-foto tersebut dipublikasikan di situs skandal.kilikitik.net.  Sebelumnya foto itu sudah banyak beredar di jejaring sosial.

 

Sebelum diblokir, di situs tersebut dibuka dengan tulisan demikian: “Ini bukan cerita isapan jempol. Bukan juga kumpulan gambar yang dimanipulasi dengan teknologi komputer. Ini adalah potongan/ cuplikan rekaman adengan "percintaan terlarang" antara dua sejoli yang lagi dimabuk cinta (pada saat itu).

 

The Man Behind The Machine terlihat jelas dari dua contoh di atas. Aktor yang memegang gadget menjadi penentu.

 

Indonesia sebagai salah satu negara pengguna jejaring sosial di dunia maya terbesar di muka bumi, dalam pandangan Guru Besar Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) Suhono Supangkat,  seharusnya dapat menggunakan kekuatan teknologi untuk membangun masyarakat yang cerdas dan produktif.

 

Menurut Suhono Supangkat, saat ini penggunaan jejaring sosial dan internet oleh masyarakat Indonesia masih bersifat konsumtif.

 

"Kita harus mengubah pola pikir bagaimana mengubah sikap konsumtif menjadi produktif. Karena itu harus dibangun berbagai wahana agar masyarakat kita bisa produktif dan kreatif di dunia maya," tuturnya seperti dikutip Antara.

 

Upaya itu, lanjut Suhono, juga diperlukan agar Indonesia mendapat bagian keuntungan dari dunia maya yang berkembang semakin pesat.

 

"Selama ini kita tidak mendapat apa-apa, karena itu harus dipikirkan bagaimana Indonesia bisa mendapat bagian," ujarnya. (eries.adlin@bisnis.co.id)

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ Headlines BISNIS INDONESIA Hari Ini

+ REKOMENDASI SAHAM Hari Ini

+ Dolar AS Loyo, HARGA EMAS Terangkat

+ SINGAPORE Allows Indonesian BANK Expansion

+ BCA Closes Units in MALAYSIA

+ BAKRIE Seeks US$100 Million Loan

+ Yuk ke INACRAFT

+ Haahhhh, ORGAN TUBUH TKI dicuri!

 

Sumber : Sutan Eries Adlin

Tag :
Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top