TKI FORMALProvinsi Bali targetkan kirim 18.000 orang

 
Matroji | 25 April 2012 16:39 WIB

 

DENPASAR: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bali menjajaki kerjasama dengan sedikitnya 50 perusahaan pengerah tenaga kerja untuk menekan angka pengangguran dengan target mengirimkan 18.000 TKI formal pada 2012.
 
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bali Wayan Wiratha mengatakan kerja sama dengan sejumlah pelaksana penempatan tenaga kerja indonesia swasta (PPTKIS) itu disiapkan untuk menggelar dua agenda job fair pada pertengahan Mei 2012. 
 
“Untuk gelaran Job Fair, pemerintah memfokuskan untuk memberangkatkan tenaga kerja asal Bali di sektor formal,” katanya kepada Bisnis hari ini. 
 
Pada 2012, Disnakertrans Bali menargetkan sebanyak 18.000 pemuda asal Bali berangkat ke luar negeri untuk bekerja di sektor formal. Adapun jumlah TKI formal Bali yang diberangkatkan pada 2011 sebanyak 14.994 orang.
 
Pembekalan berupa pendidikan untuk berbagai sektor, diakui telah disiapkan untuk menciptakan tenaga kerja yang profesional dan terampil. 
 
Pemerintah Bali juga mendesain skema asuransi untuk melindungi tenaga kerja sebelum pemberangkatan hingga pemulangan TKI. Sistem ini akan diawasi oleh Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (BP3TKIS) setempat. 
 
Untuk pengamanan, katanya, pemerintah Bali mengharuskan tenaga kerja dan perusahaan pengerahnya untuk terlebih dulu mendapat sertifikasi dari pemerintah di tingkat kabupaten/kota. “Sebelum berangkat, pengurusan paspor dan surat keterangan sehat untuk pekerja pun harus telampir surat keterangan dari kabupaten/kota.”
 
Upaya itu, katanya, dilakukan untuk memberikan pengamanan kepada TKI sebelum bekerja hingga pemulangan. Namun hingga saat ini, diakui masih ada saja TKI dan perusahaan pengerah yang memilih jalan pintas untuk mengeruk keuntungan pribadi. 
 
Seperti diketahui, pemerintah Bali menyiapkan dana sebesar Rp10 miliar untuk memberikan modal bantuan biaya pemberangkatan bagi tenaga kerja Indonesia asal Bali yang akan bekerja di sektor formal yang berangkat pada 2012.
 
Dana yang dialokasikan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2012 itu difungsikan untuk meringankan beban para TKI yang akan berangkat ke lokasi penempatan di luar negeri. “Mereka rata-rata diberikan pinjaman maksimal Rp40 juta.”
 
Upaya itu, lanjutnya, dilakukan untuk menekan angka pengangguran di Bali. Saat ini masih banyak penganggur di Bali berada di usia muda. Berdasarkan data BPS setempat, tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Bali sebanyak 52.380 orang atau mengalami penurunan dari 3,06% pada Agustus 2010 menjadi 2,32% pada 2011 dengan ditopang pada sektor industri kreatif.
 
Kepala BPS Bali Gde Suarsa  mengatakan sebanyak 52.380 orang di Bali masih tercatat dalam angka pengangguran terbuka. Sementara pada hasil survei angkatan kerja nasional Agustus 2011, tercatat sebanyak 2,95 juta penduduk usia kerja, 2,26 juta orang tergolong sebagai angkatan kerja. Pada angka itu dilengkapi tingkat partisipasi angkatan kerja mencapai 76,45%. 
 
Di Bali, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di perkotaan pada Agustus 2011 sebesar 3,07%, lebih tinggi dibanding TPT di perdesaan yang hanya sebesar 1,25%. Sebanyak 11.600 orang penduduk di perdesaan digolongkan sebagai penganggur. Adapun di perkotaan ada sebanyak 40.780 penduduk yang menganggur. (sut)
 

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top