Ribuan orang Italia rentan gangguan makan

ROMA: Ribuan orang Italia meninggal setiap tahun akibat gangguan makan, demikian satu studi oleh menteri kesehatan negeri tersebut."Gangguan makan adalah penyebab utama kematian di Italia, dengan jumlah 7.000 sampai 8.000 setiap tahun," kata
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 April 2012  |  03:22 WIB

ROMA: Ribuan orang Italia meninggal setiap tahun akibat gangguan makan, demikian satu studi oleh menteri kesehatan negeri tersebut."Gangguan makan adalah penyebab utama kematian di Italia, dengan jumlah 7.000 sampai 8.000 setiap tahun," kata Laura Dalla Ragionem, wakil psikiater buat Kementerian Kesehatan.Ia menyatakan sebanyak tiga juta orang Italia saat ini menderita anoreksia, bulimia atau gangguan makan berlebihan (BED), dan mereka yang menderita gangguan itu adalah warga dari seluruh lapisan masyarakat dan usia, bahkan termasuk banyak anak kecil yang berusia antara delapan dan 10 tahun.Selain itu, menurut studi tersebut, sebanyak setengah juta orang Italia menderita apa yang disebut "drunkorexia" --kecenderungan yang meningkat dalam konsumsi alkohol tanpa makan."Dalam 10 tahun belakangan, jumlah orang Italia yang mengalami gangguan makan telah meningkat sebanyak 300 persen," kata Dalla Ragione.Makin banyak dari mereka adalah pria, saat ini 10% dari jumlah total penderita gangguan makan dan 20% di antara mereka yang berusia antara 13 tahun dan 17 tahun, sedangkan 10 tahun lalu jumlahnya cuma 1%Fenomena yang mengkhawatirkan itu terutama dipicu oleh alasan budaya, kata ahli tersebut, sebab masyarakat saat ini menawarkan model kecantikan yang sangat kurus dan pada saat yang sama banyak makanan tidak sehat yang kaya akan lemak serta makanan diawetkan yang tidak sehat.Nyatanya, banyak orang yang mengalami gangguan makan kegemukan pada awalnya, dan gaya hidup modern serta kebiasaan makan tak membantu, kata Dalla Ragione.Kampanye kesehatan saat ini disambut baik tapi tak cukup untuk menangkal peningkatan wabah itu di negeri tersebut, katanya. (Antara/arh) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top