BISNIS PERKANTORAN: Permintaan instan office besar

 
nurul
nurul - Bisnis.com 25 April 2012  |  21:08 WIB

 

 

 

JAKARTA: Permintaan untuk jasa penyewaan ruang kantor siap pakai (instant office) tinggi seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkat. 

"Okupansi ruang-ruang kantor kami mencapai 95%-99%. Permintaan tinggi seiring dengan pertumbuhan ekonomi di Tanah Air yang positif 6,5% pada tahun lalu," kata Mee Kim, pemilik CEOSuite, hari ini.Menurut Mee-Kim pertumbuhan ekonomi yang bagus itulah yang mendorong masuknya investor-investor baru dari mancanegara sehingga permintaan untuk serviced office naik. Hal ini ditunjang kemudahan akses penerbangan terutama ke Indonesia dan Asia pada umumnya. 

"Para penyewa datang dari 40 negara termasuk pengusaha nasional. Permintaan yang tinggi membuat kami harus segera menambah center yang baru," jelas Mee-kim yang enggan menyebutkan penambahan lokasi barunya. 

Serviced office yang diawalinya di gedung GKBI Jakarta kini telah memiliki 13 center di 7 negara dan delapan kota besar di Asia. Di Jakarta jasa CEOSuite tersebar di gedung GKBI, BEJ Tower 2 dan One Pacific Place. 

Salah satu keunggulan dari jasa yang ditawarkannya adalah pelayanan menyeluruh atau one stop solution untuk menunjang kegiatan bisnis dan perkantoran termasuk kecanggihan tekhnologi yang dibutuhkan. 

CEOSuite yang buka di Jakarta, Singapore, Kuala Lumpur, Shanghai, Beijing, Manila, Bangkok dan Seoul menjadi satu-satunya serviced office asal Indonesia yang memiliki cabang-cabang di 7 negara itu. 

"Kepada para penyewa kami memberikan sistem keanggotaan sehingga jika mereka berada di negara-negara dimana ada centre kami mereka tinggal berkantor di situ," jelas Mee-Kim sambil menambahkan tarif sewa berkisar US$1.000-US$5.000/bulan.

Pengusaha serviced office lainnya, Lena Thong, pemilik Marquee Executive Office membenarkan adanya permintaan yang tinggi untuk jasa instant office. "Pertumbuhan ekonomi RI yang bagus mendorong masuknya investor baru terutama dari China dan Jepang. Malah kini kami menyediakan ruangan yang jauh lebih besar di Sovereign Building " jelas Lena.Menurutnya, penyediaan ruang yang lebih besar karena klien-klien lama membutuhkan ruangan yang lebih luas sesuai pertumbuhan usahanya sehingga di Sovereign dia menangkap pangsa pasar premium dengan tarif Rp12 juta-Rp40 juta/ bulan. 

Saat ini, ujarnya, Marquee memiliki 7 center di Jakarta dan yang terbaru untuk tahun 2012 ini adalah di gedung Pondok Indah 3 dan Sovereign Building di kawasan Selatan Jakarta. 

"Ke depan kawasan Central Business Distrik (CBD) akan bergeser ke selatan kawasan TB Simatupang arah ke Pondok Indah. Jadi untuk 2013 kami akan tambah dua center Marquee lagi di kuartal pertama dan kedua di Gedung Alamanda dan belakang Talavera building," jelas Lena.Dia optimistis bisnis yang digelutinya prospeknya terus meningkat apalagi investor asing menyasar penambahan potensi 3 juta kelas menengah baru di Indonesia.(msb)

"Pertumbuhan ekonomi yang bagus dan tidak goyah meski ada krisis keuangan di Eropa dan Amerika membuat Indonesia pasar yang bagus untuk produk maupun jasa sehingga jadi incaran asing," tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Hilda Sabri Sulistyo

Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top