KESELAMATAN KERJA: UKM sulit terapkan sistem K3

JAKARTA: Usaha kecil dan menengah (UKM) masih menghadapi kesulitan dalam menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3).Hal itu dikarenakan pengelola perusahaan skala itu masih menilai sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
Jessica Nova | 24 April 2012 17:00 WIB

JAKARTA: Usaha kecil dan menengah (UKM) masih menghadapi kesulitan dalam menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3).Hal itu dikarenakan pengelola perusahaan skala itu masih menilai sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) bukan sebagai investasi.Mudji Handaya, Direktur Jenderal Pembinaan, Pengawasan Ketenagakerjaan, Kemenakertrans menyatakan pengembangan K3 di UKM Indonesia tidak hanya terkait dengan kesejahteraan masyarakat.Namun, lanjutnya, pengembangan itu juga terkait dengan kepentingan global terhadap pembangunan yang berkelanjutan."Dengan mempekerjakan lebih dari 95% populasi kerja di dunia, UKM menjadi sumber lapangan kerja utama di negara berkembang, termasuk Indonesia," jelasnya, hari ini, Selasa, 24 April 2012.Bahkan, UKM menjadi pendukung bagi pembangunan yang berkelanjutan dan sarana penting dalam menyerap tenaga kerja dengan perkiraan lebih dari 60% angkatan kerja saat ini bekerja di sektor itu.Namun, hingga kini usaha skala itu masih menghadapi beragam tantangan, di antaranya dalam meningkatkan produktivitas, meningkatkan K3, dan kondisi kerja.Sebagai upaya untuk mempromosikan UKM yang lebih aman dan berbudaya kesehatan, International Labour Organization (ILO) bekerja sama dengan Kemenakertrans mengadakan diskusi tentang pentingnya K3.Diskusi  pada Rabu, 25 April 2012 di Galeri Smesco, Jakarta itu merupakan bagian dari serangkaian acara expo dan seminar K3 yang diadakan Dewan K3 Nasional mulai 24--26 April 2012."UKM memainkan peran penting di Indonesia dalam menciptakan lapangan kerja dan membantu perekonomian daerah dan nasional," tuturnya. (tw)

Tag :
Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top