INFRASTRUKTUR: DPRD perjuangkan jalan tembus Pakpak Barat-Humbang Hasundutan

MEDAN: Anggota DPRD Sumatra Utara memperjuangkan jalan tembus antara Kabupaten Pakpak Barat dan Humbang Hasundutan, Sumatra Utara yang sudah lama terbengkalai.
Andi Suhendri Rambe | 23 April 2012 15:36 WIB

MEDAN: Anggota DPRD Sumatra Utara memperjuangkan jalan tembus antara Kabupaten Pakpak Barat dan Humbang Hasundutan, Sumatra Utara yang sudah lama terbengkalai.

 
Anggota Komisi D DPRD Sumut Richard Edy M. Lingga mengakui sudah lama berjuang untuk mewujudkan tembusnya jalan yang menghubungkan dua kabupaten yang dimekarkan beberapa tahun lalu.
 
“Saya akan berjuang terus untuk membuka jalan tersebut, sehingga kedua daerah itu bisa dihubungkan lewat Salak [Pakpak Bharat]-Kecamatan Parlilitan [Kabupaten Humbang Hasundutan] sekitar 24 KM,” ujarnya di hadapan puluhan tokoh masyarakat Kecamatan Parlilitan, Humbang Hasundutan di Ruang Fraksi Golkar DPRD Sumut Senin 23 April 2012.
 
Menurut dia, jalan yang sudah ada selama ini masih terlalu terjal dan sulit dilalui, serta masuk kawasan hutan produksi terbatas.
 
“Izin Prinsip pembebasan kawasan hutan produksi terbatas seluas 5,7 hektare atau 2,5 KM sudah keluar dari Kementerian Kehutanan dari Jakarta. Dalam waktu dekat akan dilakukan pemetaan di lapangan,” tandasnya.
 
Sementara itu, Moden Berutu, Staf Dinas  Bina Marga Sumut membenarkan jalan yang akan dibuka merupakan jalan provinsi. 
 
Namun, lanjutnya, terkendala karena lokasinya adalah kawasan hutan produksi terbatas yang harus diminta izinnya dari Kementerian Kehutanan. Izin prinsip dari Kementerian Kehutanan sudah keluar  9 Agustus 2011. April ini akan dilakukan pemetaan di lapangan,” tuturnya.
 
Dia mengakui, Dinas Bina Marga Sumut sudah mengalokasikan dana untuk tahun 2013 sebesar Rp8,7 miliar untuk meningkatkan kapasitas jalan provinsi tersebut. "Termasuk dana pengukuran dan dana retribusi untuk Kementerian Kehutanan,  sudah dialokasikan sekitar Rp200 juta sampai Rp300 juta."
 
Pembangunan jalan tersebut, paparnya, akan dilakukan pada 2013 dan diminta agar masyarakat tidak keberatan untuk membuka jalan tembus kedua kabupaten tersebut.
 
Secara bersamaan, sejumlah tokoh masyarakat dari Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumut mengharapkan agar pembangunan jalan tersebut segera dibuka.
 
A.Tumanggor yang mengakui memiliki kemenyaan di lolasi itu, rela memberikan areal kementerian untuk jalan tembus tersebut. “Saya berharap segeralah dibuka jalan tersebut,” tuturnya. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top