KRISIS TIMUR TENGAH: Lawan AS-Israel, Iran-Irak makin lengket

JAKARTA: Kedua negara tetangga yang pernah berseteru, Iran dan Irak kini makin lengket bekerjasama termasuk menandatangani kesepakatan baru untuk meningkatkan kerjasama ekonomi bilateral.
Tusrisep
Tusrisep - Bisnis.com 23 April 2012  |  09:31 WIB

JAKARTA: Kedua negara tetangga yang pernah berseteru, Iran dan Irak kini makin lengket bekerjasama termasuk menandatangani kesepakatan baru untuk meningkatkan kerjasama ekonomi bilateral.

 

Seperti dikutip dari kantor Fars, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan peningkatan kerjasama dengan Irak adalah upaya Iran untuk menghadapi Amerika Serikat.

 

Presiden Iran dan Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki bertemu di Teheran, Minggu (22 April 2012). Ini adalah kunjungan pertama al-Maliki sejak pasukan tempur AS ditarik dari Irak tahun lalu setelah melakukan invasi sekitar sembilan tahun.

 

Dalam pertemuan tersebut, Ahmadinejad mengatakan tidak akan ada ruang di wilayah itu bagi AS dan Israel jika Iran dan Irak memperdalam hubungan mereka.

 

Kedua pemimpin dikatakan telah membahas kerja sama ekonomi dan negosiasi dengan negara-negara barat tentang pengembangan nuklir Iran yang akan berlangsung Mei di Baghdad, ibukota Irak.

 

Para pengamat mengatakan para pemimpin Iran berniat untuk meningkatkan pengaruh mereka di Irak setelah penarikan pasukan AS dengan memperkuat hubungan dengan Perdana Menteri Maliki yang juga seorang Muslim Syiah.

 

Pertemuan kedua pemimpin negara adalah kelanjutan dari penandatanganan perjanjian ekonomi bilateral yang ditandatangani oleh Menteri Iran Urusan Ekonomi dan Keuangan Iran Shamseddin Hosseini dan Menteri Urusan Ekonomi dan Keuangan Irak Rafi Hiyad al-Issawi di Teheran, 16 Maret lalu.

 

Salah satu wujud perjanjian adalah untuk menyelesaikan persoalan pengenaan pajak ganda termasuk perbaikan kerjasama di bidang kepabeanan dan investasi dalam waktu dekat.

 

Shamseddin Hosseini menyatakan pertukaran ekonomi antara Iran dan Irak menunjukkan hubungan ditingkatkan sekaligus sadar adanya potensi besar di antara kedua negara setelah diktator Irak Saddam Hussein terjungkal pada 2003.

 

Sebelum, seperti dikutip dari kantor berita IRNA kerjasama ekonomi diteken, Iran-Irak berharap bisa meningkatkan hubungan di bidang perminyakan, energi, dan keamanan regional hanya sepekan setelah pasukan AS keluar dari wilayah Irak. (Bsi)

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ Berita Utama BISNIS INDONESIA HARI INI

+ MAYORA BONDS oversubscribed 5 times!

+ KRISIS UTANG EROPA: Geithner kritik koleganya

+ Mau hadir? Berikut JADWAL RUPS EMITEN Hari Ini

+ Simak REKOMENDASI SAHAM Hari Ini

+ MARKET MOVING: United Tractors eyes to work mine mouth power project in Riau

+ Suzuki ERTIGA bikin AVANZA dan GRAND LIVINA GALAU!

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top