KASUS CEK PELAWAT: Nunun dituntut 4 tahun

JAKARTA: Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi meminta majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi untuk menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara denda Rp200 juta subsider kurungan empat bulan terhadap tersangka kasus cek pelawat Nunun Nurbaeti.Jaksa
Giras Pasopati
Giras Pasopati - Bisnis.com 23 April 2012  |  13:02 WIB

JAKARTA: Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi meminta majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi untuk menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara denda Rp200 juta subsider kurungan empat bulan terhadap tersangka kasus cek pelawat Nunun Nurbaeti.Jaksa Penuntut Umum Tindak Pidana Korupsi M. Rum menyatakan istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun tersebut terbukti telah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf (b) UU Tindak Pidana Korupsi."Meminta kepada majelis hakim untuk menyatakan Nunun bersalah telah melanggar pasal 5 ayat 1 huruf (b) UU Tipikor. Menjatuhkan pidana 4 tahun penjara denda Rp200 juta subsider 4 bulan kurungan," ujarnya saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Senin 23 April 2012.JPU juga meminta majelis hakim untuk melakukan perampasan terhadap uang sebesar Rp1 miliar yang masuk ke dalam rekening milik Nunun. Uang tersebut berasal dari pencairan 20 cek pelawat BII yang juga diterima oleh sejumlah anggota DPR periode 1999-2004."Uang terdakwa 1 m dari 20 lembar cek BII disita negara," tegas Rum.Dia menyatakan hal yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa merusak sendi tatanan pemerintahan terutama lembaga DPR. Adapun hal yang meringankan yaitu yang bersangkutan belum pernah dihukum.Sementara itu Ketua Majelis Hakim Sudjatmiko menyampaikan sidang ditunda hingga Senin (30/04) pekan depan dengan agenda pembelaan.Nunun yang ditemui seusai persidangan menyatakan akan menggunakan kesempatan yang diberikan majelis untuk melakukan pembelaan.Nunun dinyatakan oleh JPU terbukti telah melakukan pembagian cek senilai Rp20,85 miliar terhadap anggota DPR periode 1999-2004 untuk pemenangan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior BI.  (ra)

 

>BACA JUGA

-Wahana Tata pacu pasar asuransi kawasan timur

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top