WAMEN ESDM WIDJAJONOSosok idealis di mata SBY

JAKARTA:Presiden Susilo Bambang menilai Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral almarhum Widjajono Partowidagdo sebagai sosok idealis dan selalu menyumbangkan pikirannya untuk pembangunan dan pengembangan energi nasional.
Martin-nonaktif
Martin-nonaktif - Bisnis.com 22 April 2012  |  10:10 WIB

JAKARTA:Presiden Susilo Bambang menilai Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral almarhum Widjajono Partowidagdo sebagai sosok idealis dan selalu menyumbangkan pikirannya untuk pembangunan dan pengembangan energi nasional.

 
Kepala Negara menginginkan idelaisme Widjajono tersebut agar diteruskan penerapannya oleh jajaran pemerintah, sehingga bisa dilakukan cara cerdas dan bijak dalam penggunaan energi di dalam negeri.
 
“Saya mengenal almarhum [Widjajono] seseorang yang memiliki pikiran yang strategis dan menjangkau, dan juga memiliki idealisme yang tinggi utamanya di bidang pembangunan energi dan pengembangan energi nasional kita,” kata Presiden Yudhoyono usai melayat almarhum Widjajono hari ini, Minggu, 22 April 2012 di rumah duka di kawasan Kebayoran Baru.  
 
Saat menyampaikan kesiapannya menjadi Wamen ESDM pada 6 bulan lalu, Yudhoyono mengatakan bisa dirasakan tekad, semangat dan komitmen tinggi Widjajono untuk bergabung di jajaran pemerintahan, utamanya untuk ikut mengembangkan kebijakan strategi dan program pengembangan energi nasional.
 
SBY menilai Widjajono juga sebagai sosok aktif saat pemerintah menyusun rencana perubahan terhadap APBN 2012, menyusul perkembangan situasi dunia terutama adanya pergerakan harga minyak bumi yang menjadi persoalan energi di dalam negeri.
 
“Saya mengajak saudara, utamanya di jajaran pemerintahan, apa yang menjadi pikiran besar dan idealisme almarhum [Widjajono] marilah  kita teruskan. Sehingga bangsa ini  cerdas dan bijak di dalam menggunakan energi dengan bijak, hemat, dan efisien,” kata SBY.
 
Demikian juga saat terjadi kontroversi tentang kenaikan harga BBM, kenang SBY, Widjajono juga dengan penuh tanggung jawab dan keberanian menjelaskan mengapa harus ada perubahan APBN serta  harus ada efisiensi energi. 
 
Efisensi tersebut, tambahnya, untuk kepentingan ekonomi di dalam negeri. Langkah itu berkaitan dengan pengamanan ekonomi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.
 
“Tidak ada pamrih, tidak ada kepentingan pribadi. Beliau [Widjajono] bertanggung jawab sebagai abdi negara, sebagai bagian dari penyusunan kebijakan publik,” kata SBY.
 
Dalam kesempatan tersebut atas nama negara dan pemerintahan, SBY menyampaikan rasa duka cita atas meninggalnya Wamen Widjajono, dan mengharapkan pihak keluarga tabah dan tawakal.
 
Kepada keluarga besar, SBY mengharapkan agar bangga atas idealisme, pikiran besar, dan keberanian Widjajono untuk menjelaskan hal yang berkaitan dengan energi untuk kepentingan bangsa.
 
“Atas nama negara dan pemerintah, sekaligus sahabat, ingin menyampaikan ucapan belasungkawa sedalamnya pada keluarga,” kata SBY.
 
Wamen ESDM Widjajono Partowidagdo meninggal pada Sabtu, 21 April 2012 saat pendakian Gunung Tambora, NTB dan rencananya dikebumikan di Pemakaman San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat pada hari ini.
 
Widjajono yang  lahir pada 16 September 1951 meninggalkan istri Nina Sapti Triaswati (48) dan seorang anak perempuan Kristal Amelia (15). (sut)
 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top