WAMEN ESDM WAFAT: Mas Wid, Daki Gunung Jangan Yang Tinggi-Tinggi

JAKARTA: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik tak dapat menyembunyikan kesedihannya atas wafatnya Widjajono Partowidagdo, wakilnya di kementerian ESDM.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 April 2012  |  00:50 WIB

JAKARTA: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik tak dapat menyembunyikan kesedihannya atas wafatnya Widjajono Partowidagdo, wakilnya di kementerian ESDM.

 

“Kementerian ESDM sangat kehilangan dengan meninggalnya beliau. Terlebih saya sendiri, karena beliau adalah teman sekelas waktu kuliah di ITB 1971,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca begitu sampai di rumah duka di Jakarta Selatan, tadi malam.

 

Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo yang menghembuskan nafas terakhir saat melakukan pendakian di Gunung Tambora, NTB, pada Sabtu siang tiba di rumah duka pukul 22.35 WIB.

 

Jero merasa kehilangan dengan sosok Wamen yang disapanya dengan panggilan mas Wid itu. Jero menilai Wid sebagai sosok yang ahli dalam perminyakan dan banyak membantunya ketika awal-awal menjabat sebagai Menteri ESDM.

 

“Kami sekelas waktu kuliah. Setelah selesai saya berkarir di tempat lain, sementara mas Wid tetap lanjut belajar perminyakan,” katanya.

 

Sebelum berangkat ke Tambora, kata Jero, Wid meminta izin kepada dirinya untuk naik gunung.“Sambil menemani saya makan, ia minta izin pada saya, katanya saya ingin sekali naik Gunung Tambora. Lalu saya izinkan sambil bilang kita ini sudah tua, kalau daki gunung jangan yang tinggi-tinggi,”  kenangnya.

 

Menurut Jero, dirinya tak bisa melarang keinginan sahabatnya itu, karena memang hobi sejak lama. Rencananya, pemakaman jenazah Widjajono akan dilakukan di San Diego Hill pada Ahad siang. Jero Wacik akan bertindak sebagai inspektur upacara.

 

Almarhum yang dikenal murah senyum kelahiran 16 September 1951 itu, meninggalkan seorang istri yakni Ninasapti Triaswati (48) dan seorang anak perempuan Kristal Amelia (15).

 

Widjajono diangkat menjadi Wamen sekitar enam bulan yang lalu. Sebelum menjabat sebagai Wamen, lelaki kelahiran Magelang itu mengajar di almamaternya di Institut Teknologi Bandung.

 

Widjajono meraih gelar sarjana teknik dari Program Studi Teknik Perminyakan ITB pada 1975. Kemudian ia memperoleh gelar Master of Science (M.Sc) dalam bidang Petroleum Engineering (1980), dilanjutkan M.Sc dalam bidang Operation Research (1982), dan MA dalam bidang Economics (1986) dengan judul tesis “An Energy Economy Model for Indonesia" dari University of Southern California (USC). Gelar Ph.D ia dapatkan dari universitas yang sama pada 1987 setelah merampungkan disertasi berjudul "An Oil and Gas Supply and Economic Model for Indonesia”.

 

Selama berkarir di ITB, Widjajono pernah menjabat sebagai Ketua Program Pasca-Sarjana Studi Pembangunan ITB (1993-2004), Ketua Kelompok Keahlian Pemboran, Produksi dan Manajemen Migas Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral (kini dipecah menjadi FTTM dan FITB) (2005-2007), dan Sekretaris Komisi Permasalahan Bangsa, Majelis Guru Besar ITB.

 

Widjajono dikenal sebagai sosok pejabat yang rendah hati dan unik karena tetap berambut gondrong. Semasa hidup, almarhum dikenal akrab dengan wartawan. Jenazah akan dimakamkan di pemakaman keluarga di San Diego Hill pada Ahad siang. (antara/yus)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : David Eka Issetiabudi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top