PUSAT KAJIAN ZOONOSIS didirikan IPB

BOGOR: IPB mencanangkan berdirinya Pusat Kajian Pengendalian Zoonosis Nasional dalam Seminar Nasional Zonosis hari ini.Pusat ini diharapkan menjadi center of excellent tingkat nasional dan internasional di bidang zoonosis, khususnya dalam bidang penelitian,
Inria Zulfikar | 19 April 2012 19:38 WIB

BOGOR: IPB mencanangkan berdirinya Pusat Kajian Pengendalian Zoonosis Nasional dalam Seminar Nasional Zonosis hari ini.Pusat ini diharapkan menjadi center of excellent tingkat nasional dan internasional di bidang zoonosis, khususnya dalam bidang penelitian, pendidikan, pelayanan masyarakat, serta data informasi."Selama ini zoonosis yang menjadi masalah kesehatan hewan dan masyarakat di Indonesia antara lain avian influenza, rabies, anthrax, bruselosis, leptospirosis, sistiserkosis, salmonelosis, dan toksoplasmosis," kata Ketua Panitia Seminar Nasional Zoonosis, Heru Setijanto.IPB yang mempunyai kompetensi utama di bidang pertanian dapat berperan penting dalam mencegah, mengendalikan dan memberantas zoonosis.Menurut Heru, bidang ilmu utama yang berperan dalam zoonosis ini adalah kedokteran hewan, yang menjadi salah satu bidang ilmu pengetahuan dari Fakultas Kedokteran Hewan.Selain itu, disiplin ilmu lain yang berperan dalam penelitian zoonosis adalah sosio ekonomi, konservasi satwa liar, teknologi pertanian, peternakan, perikanan dan ekologi manusia."Keunggulan ini menjadi kekuatan bagi IPB untuk mendirikan sebuah pusat studi berskala nasional/internasional dalam bidang zoonosis dengan pendekatan holistik, transdisiplin dan integratif," lanjut Heru yang juga Sekjen Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia tersebut.Dia mencontohkan beberapa kasus penyakit zoonosis. Misalnya, unggas bisa menularkan penyakit flu burung. Monyet bisa menularkan penyakit tubercolosis dan rabies pada manusia. Demikian  pula anjing dapat menularkan penyakit rabies. (tw) 

Tag :
Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top