IIP BUMN donasi Rp 600 juta untuk bedah rumah

 
News Editor | 19 April 2012 21:35 WIB

 

DENPASAR: Ikatan Istri Pimpinan (IIP) BUMN menyumbangkan donasi sebesar Rp 600 juta untuk program bedah rumah sebanyak 20 unit selama tahun 2012 di Bali.
 
Koordinator IIP BUMN yang juga merupakan istri dari Direktur PT Bali Tourism Development Centre (BTDC) Yuni Wirajaya mengatakan program bedah rumah tersebut dialokasikan per unitnya sebesar Rp 30 juta dan sasarannya yang lebih besar untuk para veteran. 
 
Sebagai percontohan untuk program bedah rumah lainnya, pertama program bedah rumah akan dilaksanakan di wilayah Desa Taman, Abian Semal Kabupaten Badung. Selanjutnya, tahapannya akan menyasar 8 unit di Kabupaten dan 1 unit di Kota dan sisanya akan diagendakan pada tahapan berikutnya.  
 
“Ini sebagai bentuk kepedulian kami atas kondisi veteran di Bali yang benar-benar sangat tidak layak huni kondisi rumahnya,” ujarnya hari ini dalam keterangannya dalam peringatan hari Kartini.
 
Selain itu, lanjutnya berkaitan dengan Peringatan Hari Kartini IIP BUMN di Bali juga telah mengadakan serangkaian kegiatan sosial yakni bakti social ke panti sosial wana Seraya (12/4), bakti social ke petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan di aera Sanur (13/4), donor darah 300 wanita di Wantilan DPRD Provinsi Bali (14/4) dan pameran program kemitraan dan bina lingkungan binaan BUMN yang dilaksanakan pada 20 – 23 April 2012 mendatang. 
 
Sementara itu, Istri Menteri Negera BUMN Ibu Nasfiah Dahlan Iskan yang sempat hadir dalam acara bincang dengan media tersebut menyebutkan bahwa gebrakan yang dilakukan IIP BUMN merupakan buah spontanitas karena tergerak untuk bersumbangsih kepada mereka yang membutuhkan. 
 
“Tahun ini adalah tahun Naga, dan semestinya para wanita juga mesti bergerak untuk berbuat melakukan sesuatu bagi mereka yang tidak mampu,” ungkapnya.
 
Hal ini diharapkan juga menjadi contoh bagi para istri pejabat lainnya untuk melakukan hal yang serupa ketimbang memikirkan suatu hal yang negatif untuk masa depan anak bangsa. Ebagai istri Dahlan Iskan, Ibu Nasfiah sempat berkeluh kesah tentang kehidupan sehari-harinya.
 
Ia mengungkapkan betapa sisa hidupnya ini memang diabdikan untuk kepentingan amanah. Jadi ketika berbicara jabatan di dalam suatu kepemerintahan yang dijabat oleh suaminya sesungguhnya merupakan sebuah beban. 
 
“Apa yang dikerjakan oleh Suami saya yang sebenarnya dalam keadaan sakit itu hanya bekerja, bekerja, bekerja tanpa tendensi kekuasaan atau politik, kami lakukan semua itu berdasarkan amanah saja,” tandasnya. (sut)

Sumber : Komang Robby Patria

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top