DATA SOAL BERAS: DPRD Jabar ragukan data Gubernur

BANDUNG: Sejumlah data yang disampaikan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dalam Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) 2011 dipertanyakan DPRD.Pihak dewan melihat ada ketidaksinkronan antara capaian dan target. Salah satu data yang diragukan Pansus
News Editor
News Editor - Bisnis.com 19 April 2012  |  15:41 WIB

BANDUNG: Sejumlah data yang disampaikan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dalam Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) 2011 dipertanyakan DPRD.Pihak dewan melihat ada ketidaksinkronan antara capaian dan target. Salah satu data yang diragukan Pansus LKPJ 2011 DPRD Jabar adalah soal data surplus beras.Ketua Pansus LKPJ DPRD Jabar Awing Asmawi mengatakan dalam data soal surplus beras, Pemprov Jabar menargetkan gabah kering sekitar 13 juta ton. "Sementara dalam LKPJ, disebutkan tercapai 14 juta ton lebih," katanya, Kamis, 19 April 2012.Menurut Awing, pihaknya akan mengakurkan data yang dilaporkan dengan kondisi lapangan."Apakah data yang diberikan keakuratannya terukur? Karena di lapangan banyak yang gagal panen. Pansus tak akan begitu saja percaya dengan data yang diberikan sebelum mengecek kebenarannya" kata Awing.Data lain yang menjadi catatan Pansus LKPJ adalah masalah kebutuhan benih bibit tanaman."Di LKPJ, disebutkan kebutuhannya 52.000ton. Sementara, Jabar sudah bisa memenuhi hingga 54.000ton. Nah ini juga yang akan kami cek," katanya.  Menurut Awing, untuk menghimpun daftar inventarisasi masalah, Pansus LKPJ telah menggelar Raker dengan BPS. Agar, bisa memperoleh masukan soal statistik pembangunan di Jabar. (K29/K57/TW) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Dinda Wulandari & Wisnu Wage Pamungkas

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top