UJIAN NASIONAL: Posko pengaduan terima 837 laporan

JAKARTA: Posko pengaduan Pelaksanaan Ujian Nasional 2012 menerima  837 laporan. Jumlah pengaduan tertinggi merupakan isu kecurangan.Ibnu Hamad, Kapus Pusat Informasi dan Humas (PIH) Kemdikbud, mengatakan jumlah tersebut merupakan akumulasi pengaduan
nurul
nurul - Bisnis.com 19 April 2012  |  20:10 WIB

JAKARTA: Posko pengaduan Pelaksanaan Ujian Nasional 2012 menerima  837 laporan. Jumlah pengaduan tertinggi merupakan isu kecurangan.Ibnu Hamad, Kapus Pusat Informasi dan Humas (PIH) Kemdikbud, mengatakan jumlah tersebut merupakan akumulasi pengaduan yang masuk per 13 April sampai dengan Kamis jam 12.00 siang."Salah satu pengaduan yang sudah ditindaklanjuti laporan dari SMK Tana Toraja. Naskah listening untuk kaset Bahasa Inggris SMK tertukar naskah listening untuk SMA," ujarnya, Kamis, 19 April 2012.Ibnu Hamad didampingi Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Aman Wirakartakusumah,  Kabalitbang Kemdikbud Khairil Anwar Natadipuro dan Irjen Kemdikbud Haryono Umar.Solusinya, Kemendikbud memberikan kesempatan ujian ulangan bagi 1.705 pelajar SMK di Tana Toraja, untuk mengulang sebanyak 15 nomor khusus listening.Rencananya, UN ulangan tersebut akan dilakukan pada 24 April. Bagi siswa yang mengalami sakit, juga bisa mengikuti ujian susulan pada Senin, 23 April 2012."Jika sampai hari ujian susulan pun masih belum dapat mengikutinya, siswa dapat mengikuti Ujian Nasional Paket Kesetaraan (UNPK). Jika masih sakit, baru ikut ujian tahun depan," ujar Aman Wirakartakusumah.Mengenai usulan agar Kemdikbud mengkaji masukan soal UN tidak lagi dengan pilihan ganda tetapi dalam bentuk esay dan sejenisnya, menurutnya masih sulit dilakukan."Untuk usulan ini masih sulit diterapkan secara teknis memeriksa soal esay. Bayangkan saja kalau satu orang memeriksa 20 soal esay, akan membutuhkan ribuan pemeriksa soal," timpal  Chairil Anwar yang juga Guru Besar Ilmu Statistik IPB.Dari sisi subtansi bagus, tetapi pada tataran praktik sulit diterapkan. Untuk soal pilihan ganda bukan sesuatu yang mengada-ada, karena banyak dipraktikan dalam sistem ujian berbagai negara di dunia. (tw) 

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ HARGA EMAS berada di titik keseimbangan

+ Liga Champions: Di balik kekalahan REAL MADRID

+ SIAPA di belakang sepak terjang DAHLAN ISKAN?

+ Berita BISNIS INDONESIA hari ini: Akuisisi Bank Danamon TERGANJAL?

+ Mau beli saham JAGUAR dan LAND ROVER?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top