HARI KARTINI: UI gelar diskusikan kepemimpinan perempuan

DEPOK: Untuk memperingati hari Kartini yang jatuh pada 21 April, Universitas Indonesia (UI) menggelar Diskusi Publik bertajuk  Kepemimpinan Perempuan  di Balai Sidang UI Kampus Depok. 
Inria Zulfikar
Inria Zulfikar - Bisnis.com 19 April 2012  |  17:04 WIB

DEPOK: Untuk memperingati hari Kartini yang jatuh pada 21 April, Universitas Indonesia (UI) menggelar Diskusi Publik bertajuk  Kepemimpinan Perempuan  di Balai Sidang UI Kampus Depok. 

 
Diskusi publik Hari Kartini dibuka oleh Rektor UI  Gumilar Rusliwa Somantri dan dihadiri Wakil Ketua MPR RI, Melani Leimena Suharli, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rustriningsih, dan Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, kemarin.
 
Sebagai salah satu pimpinan MPR RI, Melani mempresentasikan Wanita dan Kepemimpinan. Dia mengatakan ada beberapa kendala yang muncul dari kepemimpinan wanita yaitu Kendala Fisik, Psikologis, Sikap Pandang dan Budaya. Oleh karena itu wanita harus mampu berjuang menghadapi berbagai tantangan tersebut terutama saat menjalani peran sebagai ibu rumah tangga dan wanita berkarier.
 
Sementara itu Rustriningsih lebih memaparkan peran wanita karier dalam urusan domestik. Menurutnya, wanita berkarier pun harus mampu menjaga keseimbangan dan hubungan kemitraan/partnership yang fleksibel antara suami/ayah di tengah keluarga.
 
Lebih lanjut, Khofifah mengkritisi para perempuan Indonesia yang hanya menuntut haknya sebagai perempuan namun tidak melakukan gerakan nyata. Menurutnya, untuk memperoleh kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan (promote gender equality and empower women) para perempuan Indonesia harus mau melakukan perubahan dari dalam dirinya sendiri. Salah satunya adalah mau dan percaya diri bahwa perempuan mampu menjadi pemimpin.
 
Selain itu, dia memaparkan permasalahan yang dihadapi para perempuan dalam memperjuangkan kesetaraan gender pada era sekarang.
 
Diskusi publik Hari Kartini dihadiri ratusan mahasiswa UI dan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Jabodetabek dan Bandung. Penyelenggaraan diskusi publik Kepemimpinan Perempuan diharapkan dapat menginspirasi dan memotivasi para calon pemimpin masa depan yang sedang menimba ilmu di perguruan tinggi, agar menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan progresif di masa depan terutama perempuan Indonesia. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top