KEMATIAN IBU & ANAK di Jabar masih tinggi

 
News Editor | 18 April 2012 20:49 WIB

 

BANDUNG : Jawa Barat memiliki tingkat kematian ibu dan bayi baru lahir tertinggi di Indonesia. Ada 794 kasus kematian ibu dan 4.987 kasus kematian bayi dilaporkan pada tahun 2010.
 
Ketua Penggerak PKK Jawa Barat Netty Prasetyani Heryawan mengatakan kasus kematian ibu dan anak pasca persalinan masih menjadi fokus utama pemerintah Jawa Barat.
 
"Penting bagi keluarga memiliki pengetahuan mengenai sebelum dan sesudah kehamilan, selain itu pelayanan dan penambahan SDM berkualitas harus ditingkatkan," katanya dalam acara Peresmian program Expanding Maternal dan Neonatal Survival (EMAS) di Jawa Barat hari ini.
 
Dia mengharapkan masyarakat dan pemerintah bisa berpartisipasi aktif dan saling bergandengtangan untuk mendukung Program EMAS ini.
 
Program EMAS merupakan kerjasama antara Duta Besar AS bersama Wakil Gubernur Jawa Barat dan Sekretaris Jenderal Departemen Kesehatan untuk menanggulangi masalah kematian ibu dan bayi di Indonesia.
 
Duta Besar AS Scot Marciel memaparkan Program EMAS dapat membantu memastikan staf di fasilitas kesehatan memiliki pengetahuan, keterampilan, prosedur dan praktek yang mereka butuhkan untuk menanggapi secara benar komplikasi medis dan menyelawatkan nyawa.
 
Program lima tahun ini akan memberikan bantuan teknis untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi dengan membentuk sistem rujukan yang efektif di 25 rumah sakit umum dan swasta dan 159 pusat kesehatan di Jawa Barat.
 
Kantor-kantor kesehatan kabupaten, rumah sakit daerah, rumah sakit swasta dan pusat kesehatan yang merupakan bagian dari Jaringan Vanguard, akan membantu memperkuat sistem rujukan.
 
Selain itu, Program EMAS ini menargetkan penuruan angka kematian ibu dan bayi 25% secara nasional.
 
Ahmad Heryawan memaparkan Program EMAS bertujuan untuk mengurangi kematian ibu dan bayi di Indonesia dengan meningkatkan kualitas dan akses ke layanan darurat. 
 
"Di Jawa Barat, Program EMAS akan bekerja di Bandung dan Kabupaten Cirebon pada tahun pertama. Selama lima tahun ke depan program ini akan diperluas secara bertahap ke kabupaten Karawang, Bogor dan Indramayu," tuturnya
 
Program EMAS dilaksanakan oleh JPHIEGO, Save the Children dan Research Tringale Inc (RTI), Muhammadiyah dan Rumah Sakit Budi Kemuliaan.
 
Mereka akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jabar, dinas kesehatan kabupaten, organisasi medis profesional, akademisi dan organisasi masyarakat. (sut) 

Sumber : Ringkang Gumiwang

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top