SEPEDA GUNUNG: Komunitas susuri ParapatPematangsiantar

 
Andi Suhendri Rambe
Andi Suhendri Rambe - Bisnis.com 18 April 2012  |  17:00 WIB

 

MEDAN: Komunitas Speda Gunung melakukan perjalan naik speda dari Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumut hingga finis di Kota Pematangsiantar.
 
Ketua Komunitas Speda Gunung Medan  Muchtadin Harahap, 55, mengatakan naik speda dengan trayek tanjakan dari Parapat lewat kebun teh Sidanamik, hingga finis di kota Pematangsiantar menempuh jarak sekita 69 KM.
 
“Anggota yang menelusuri trayek yang disebut rute onta Sidamanik itu start Minggu 15 April 2012 pagi jam 7.00 WIB dari Parapat. Finis jam 13.00 WIB di Pematangsiantar,” ujarnya kepada Bisnis.
 
Menurut dia,  komunitas speda gunung yang menelusuri rute tanjalan dan berliku itu terdiri 10 orang dengan peserta tertua Muchtadin Harahap dan peserta termuda Alfan M,21. Trayek yang dilewati hampir 70% tanjakan yang berliku, sehingga membuat para peserta harus berjuang menaklukkan medan sulit tersebut.
 
 Wak Yan, 47, misalnya, yang sudah 20 tahun menekuni olah raga speda gunung itu, benar-benar terharu dan menagis melihat keindahan alam di sepanjang rute yang dilalui. 
 
“Ini merupakan hadiah ulang tahun saya yang pas jatuh 15 April 2012. Usia saya sudah 47 tahun, namun inilah rute speda yang paling sudah dan indah yang pernah saya lewati,” tuturnya.
 
Seingat dia, belum ada kelompok speda mana pun melakukan perjalan dari Parapat ke Pematangsiantar, kecuali komunitas speda gunung yang dipimpin Muchtadin Harahap ini. “Belum ada komunias yang melintasi rute tersebut,” tuturnya.
 
Dia sebagai pemain speda yang paling berpegalaman diantara temannya yang menelusuri rute via onta Sidamanik itu, mengakui betapa indahnya menatap Danau Toba dari empat titik persinggahan yang dilalui kelompoknya. “Menatap Danau Toba itu paling indah dari Punggung Bukit Sidamanik. Tidak ada duanya,” kata dia.
 
Muchtadin Harahap, sebagai ketua rombongan melakukan perjalan ini untuk memotivasi anak-anak muda melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat. “Saya mau memotivasi anak-anak muda, sehingga mau melakukan kegiatan yang bermanfaat. Belum ada kelompok yang coba menaklukkan tanjakan Parapat-Pematangsiantar. Baru kelompok kami yang melakukan dengan rute yang sangat sulit,” tuturnya.
 
Dia percaya bakal ada kelompok lain yang akan mencoba rute itu, sehingga Danau Toba bukan hanya dinikmati dari dekat, namun dipandang indah dari kejauhan. “Rekreasi paling nikmat,” tandasnya. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top