TENAGA KERJA: 1.448 orang pekerja di Jabar tersalurkan

BANDUNG: Penyaluran tenaga kerja melalui mekanisme Antarkerja Antardaerah (AKAD) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat pada Triwulan I tahun 2012 ini baru bisa menyalurkan 1.448 orang untuk bekerja di luar daerah.Hasil penyaluran tenaga kerja
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 April 2012  |  14:05 WIB

BANDUNG: Penyaluran tenaga kerja melalui mekanisme Antarkerja Antardaerah (AKAD) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat pada Triwulan I tahun 2012 ini baru bisa menyalurkan 1.448 orang untuk bekerja di luar daerah.Hasil penyaluran tenaga kerja yang telah dicapai masih jauh dari jumlah permintaan tenaga kerja yang diterima Disnakertrans pada program AKAD yang datang dari luar daerah.Kepala Disnakertrans Propinsi Jawa Barat Hening Widiatmoko mengatakan jumlah penyaluran tenaga kerja AKAD yang telah dicapai pada triwulan I 2012 lebih tinggi dibanding penyaluran tenaga kerja AKAD tahun lalu yang hanya mencapai 1.358 hingga akhir tahun 2011.“Penyaluran tenga kerja melalui mekanisme AKAD tertinggi pada tahun 2010 yang mencapai 14.934 orang, kita menargetkan penyaluran tenaga kerja AKAD terus meningkat hingga akhir 2012 nanti,”katanya saat dihubungi Bisnis, Selasa 17 April 2012.Kabid Penempatan Disnakertrans Jabar, Jhony Darma menuturkan realisasi penyaluran tenaga kerja AKAD triwulan I tahun 2012 baru terfokus pada bidang perkebunan tebu dan kelapa sawit.Penyerapan tenaga kerja untuk operator produksi sebanyak 70 orang, tenaga tebang tebu sebanyak 858 orang, tenaga pemanenan tebu dan kelapa sawit 295 orang, tenaga perawatan dan pemupukan tanaman kelapa sawit sebanyak 225 orang.Menurut dia, penyaluran tenaga kerja pada bidang formal memang cukup sulit untuk diisi tenaga kerja dari Jawa Barat."Pasalnya sejak diberlakukannya otonomi daerah, masalah kesempatan kerja khususnya  kesempatan kerja formal diproteksi untuk penduduk setempat, sehingga peluang kerja formal masih sedikit peluangnya untuk diisi oleh tenaga kerja dari Jabar."Jhony menegaskan kendala untuk program penyaluran tenaga kerja dari Jabar ke daerah lain baik pada program transmigrasi, dan mekanisme AKAD, masih saja terganjal kultur masyarakat Jabar kebanyakan, yang kurang memiliki minat untuk bekerja di luar daerah.Bidang Penempatan Disnakertrans Jabar, hingga Triwulan II tahun 2012 masih belum bisa memenuhi permintaan AKAD untuk tenaga kerja sebanyak 9.000 orang untuk jadi pekerja di sejumlah bidang.Bidang itu a.l. perhotelan, keperawatan, pelayaran, industri, di Batam, dan permintaan pekerja bangunan pada mega proyek di daerah Sumatera dan Kalimantan, dan perkebunan yang juga masih membutuhkan pekerja.Kendala yang dihadapi saat ini ujar Jhonya selain kultur warga jabar yang lebih senang bekerja di daerah sendiri, penyebarluasan informasi adanya kesempatan kerja melalui mekanisme AKAD di tataran dinas tenaga kerja kota dan kabupaten masih kurang maksimal.Padahal setiap ada permintaan tenaga kerja ke Dinsnaker Porvinsi, informasi tersebut langsung disebar ke dinas tenaga kerja di daerah.“Informasi yang digulirkan dari dinas provinsi hanya diumumkan di kantor dinas tenaga kerja setempat, dan tidak dipublikasikan secara maksimal sehingga masyarakat tidak tahu adanya kesempatan kerja yang ada." (K3/Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Maman Abdurahman

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top