KABAR JABAR: PTDI terima order tambahan

BANDUNG: Sejumlah peristiwa ekonomi bisnis mewarnai halaman depan surat kabar yang terbit di Bandung hari ini, Rabu 18 April 2012. Berikut ringkasannya:
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 April 2012  |  09:05 WIB

BANDUNG: Sejumlah peristiwa ekonomi bisnis mewarnai halaman depan surat kabar yang terbit di Bandung hari ini, Rabu 18 April 2012. Berikut ringkasannya:

 

Order PTDI

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) akan menerima tambahan pesanan dua pesawat CN235 dari TNI Angkatan Laut (AL).Atas rencana tersebut, maka total pesanan CN235 TNI AL menjadi lima unit.

 

Staf Humas PT DI Rakhendi Triatna mengatakan, total pesanan TNI AL saat ini sebanyak enam unit yaitu tiga unit CN235 dengan kontrak senilai USD80 juta pada 2009 dan tiga helikopter BELL 412 EP. Dengan begitu, total keseluruhan pesawat yang dipesan TNI AL berjumlah delapan unit.

 

PT DI juga kemungkinan besar menerima pesanan pesawat sejenis dari Korea Selatan.Korea Selatan merupakan negara paling banyak menggunakan pesawat jenis CN buatan PT DI. Tercatat ada 12 pesawat CN235 yang telah dibeli Korea Selatan.(Sindo)

 

Produktivitas petani

Petani di Jawa Barat berharap pemerintah lebih memperhatikan kehilangan pascapanen di provinsi tersebut yang tergolong tinggi sebesar 15%.

 

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat Entang Sastraatmadja mengatakan seharusnya kehilangan pascapanen ini bisa ditekan sampai 5%-6% dengan menggenjot perbaikan serta penataan teknologi di lapangan.

 

"Seharusnya setiap panen berlangsung petani sudah berhadapan dengan mesin penggilingan, katanya, kemarin. (Bisnis Indonesia)

 

Beban listrik

Sistem kelistrikan Jawa Madura-Bali pada hari Senin, 16 April 2012 mencatat rekor beban puncak tertinggi sebesar 19.903 megawatt. Angka ini lebih tinggi daripada rencana beban puncak malam itu yang sebesar 19.550 MW.

 

Manajer Senior Komunikasi Korporat PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Bambang Dwiyanto mengatakan hal itu dalam siaran pers kemarin.

 

Menurut pantauan PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa Bali (P3B JB), rekor beban puncak tersebut terjadi pada pukul 18.30 WIB. Sebelumnya, beban puncak tertinggi di Jawa Madura-Bali terjadi pada November 2011, yakni sebesar 19.739 MW. (Tribun Jabar) (K38/Bsi)

 

*) Silahkan membaca berita-berita harian Bisnis Indonesia hari ini dengan  klik epaper.bisnis.com jika Anda sudah berlangganan edisi digital atau epaper. Bagi yang belum berlangganan, silahkan register langsung  DI SINI.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ajijah

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top