HARGA BANGUNAN: Pengembang di Yogyakarta belum khawatir

 
News Editor | 18 April 2012 17:51 WIB

 

 

YOGYAKARTA : Para pengembang di wilayah DIY belum mengkhawatirkan terjadinya kenaikan lagi harga bangunan, mengingat pengaruhnya tidak signifikan terhadap sektor perumahan, meski lebih berdampak pada vertikal housing.

 

Kepala DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY, Remigius Edy Waluyo mengatakan harga sejumlah bahan bangunan di provinsi ini mulai naik lagi 5%-20%, terutama untuk komponen bahan bangunan sepetri besi beton, keramik dan semen.

 

“Kenaikan telah terjadi sejak akhir Maret lalu dan berlanjut hingga April ini, karena dampak isu kenaikan BBM. Bahkan hingga aat ini belum juga turun,” ujarnya, Rabu, 18 April 2012.

 

Harga besi beton, lanjutnya, mengalami kenaikan hingga sekitar 20%, dari besi beton ukuran 8 mm semula Rp36.500 naik menjadi Rp44.000, sedangkan keramik naik 10% dari harga Rp35.000 per paket menjadi Rp40.000. Sementara semen kenaikannya terhitung kecil dibawah 5% dengan harga saat ini Rp47.000 per zak (isi 50 kg).

 

Dia mengatakan pengaruh kenaikan harga bahan bangunan itu bagi REI tidak terlalu signifikan terutama untuk pembangunan sektor perumahan (landed housing). Hal ini, karena faktor penentu harga perumahan paling utama lebih kepada harga tanah, baru disusul bahan bangunan.

 

“Untuk landed housing ini pengaruh pada penyesuaian harga perumahan tidak terlalu besar hanya kurang lebih 5% saja,” tuturnya.(msb)

 

Sumber : Alvin Arifin

Tag :
Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top