LAPORAN KEUANGAN: Bringin Life raup laba Rp127 miliar

JAKARTA: PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera (Bringin Life), anak usaha Dapen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, membukukan total laba bersih setelah pajak sebesar Rp127,02 miliar.
Aurelia Nelly
Aurelia Nelly - Bisnis.com 18 April 2012  |  11:51 WIB

JAKARTA: PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera (Bringin Life), anak usaha Dapen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, membukukan total laba bersih setelah pajak sebesar Rp127,02 miliar.

 

Pajak tersebut terdiri atas laba setelah pajak usaha konvensional sebesar Rp125,4 miliar dan laba bersih unit usaha syariah sebesar Rp1,62 miliar.

 

Berdasarkan laporan keuangan audit yang dirilis Rabu 18 April 2012, usaha konvensional Bringin Life membukukan pertumbuhan laba bersih 65,58% dari Rp75,72 miliar menjadi Rp125,4 miliar.

 

Penurunan estimasi kewajiban klaim (cadangan klaim) dan kewajiban manfaat polis masa depan (cadangan premi) serta kenaikan hasil investasi memberikan kontribusi laba signifikan, di tengah stagnannya pendapatan premi serta kenaikan jumlah klaim.

 

Tahun lalu, perseroan mencatatkan penurunan cadangan klaim dari Rp24,56 miliar menjadi minus Rp120,54 miliar.

 

Kemudian juga penurunan cadangan premi dari Rp432,47 miliar menjadi Rp190,53 miliar yang dicatatkan dalam perhitungan beban.

 

Di sisi lain, pada tahun lalu tersebut perseroan membukukan hasil investasi sebesar Rp279,8 miliar, naik 30,4% dari Rp214,56 miliar pada 2010.

 

Sementara itu, pendapatan premi Bringin Life pada 2011 sebesar Rp1,53 triliun, tidak berubah dari premi yang didapatkan pada tahun sebelumnya.

 

Adapun klaim dan manfaat yang dibayarkan naik 27% dari Rp887 miliar pada 2010 menjadi Rp1,12 triliun pada 2011.

 

Unit usaha syariah Bringin Life membukukan laba bersih sebesar Rp1,62 miliar pada 2011 setelah pada tahun sebelumnya merugi sebesar Rp39 juta.

 

Tahun lalu, unit syariah Bringin Life menghimpun dana peserta yang terdiri atas dana tabarru' dan mudharabah sebesar Rp47,96 miliar, naik dari Rp43,81 miliar pada tahun sebelumnya.

 

Adapun investasi yang dilakukan perusahaan pada instrumen investasi syariah memberikan pendapatan investasi sebesar Rp2,57 miliar pada 2011, naik dari Rp1,36 miliar pada 2010. (Bsi)

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ Harga emas setelah naik turun

+ Gempa 60 kali dalam sepekan

+ Liga Champions: Di balik kekalahan REAL MADRID

+ SIAPA di belakang sepak terjang DAHLAN ISKAN?

+ Batik tulis makin diminati

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top